BERTUKAR FIKIRAN DENGAN KABID KOPERASI PROPINSI JAWA TENGAH

BERTUKAR FIKIRAN DENGAN KABID KOPERASI PROPINSI JAWA TENGAH

“Assalamu ‘alaikum wr.wb.met malam Pak,...besok ada kegiatan koperasi gula semut se Barlingmascakeb jam 09.30 Wib. Bila ada waktu luang mohon bisa hadir.Trims”, demikian pesan dari Pak Bima melalui WA (whatsapp) di tanggal 22 Mei 2016 lalu. Undangan ini disambut hangat oleh ketua Dekopinda Banyumas, mengingat beliau adalah Kabid Koperasi Propinsi Jawa Tengah. Pasti banyak informasi yang sangat berguna bagi akselerasi pertumbuhan koperasi dan umkm di lingkungan Banyumas.

Pagi hari menjelang 09.30 Wib , ketua Dekopinda Banyumas pun bergerak ke gedung PLUT di Jalan Senopati 30 Purwokerto. Sambutan hangat khas beliau mengawali pertemuan ini. Tak lama berselang, beberapa cangkir kopi dan teh tersaji menambah kehangatan pertemuan kali itu. Suasana diskusi menjadi lebih bergairah bersamaan dengan hadirnya Pak Budi selaku Kabid Koperasi Disperindagkop Banyumas dan juga Mas Nartam sang ketua koperasi Nira gula kelapa.  


Pertemuan ini memang bersifat informal, namun substansi pertemuan ini sangat penting dan berguna bagi pengembangan koperasi. Diskusi santai ini dimulai dari review secara general seputar bisnis retail yang diselenggarakan oleh koperasi-koperasi. Fakta menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan mayoritas outlet retail koperasi masih kalah dengan usaha sejenis yang dikelola oleh sektor private. Padahal, koperasi itu merupakan kumpulan anggota yang memiliki peran ganda sebagai pemilik dan juga pelanggan. Artinya, dari sisi marketing/pemasaran, seharusnya Koperasi bisa lebih unggul. Kalau kemudian koperasi belum mampu eksis, berarti perlu mencari core problem (masalah utamanya)

Proses pemikiran yang berkembang disepanjang diskusi disimpulkan bahwa “manajemen yang belum berkembang dan jaringan yang belum luas” merupakan 2 (dua) faktor utama yang menjadi penyebabnya. Manajemen yang belum berkembang karena SDM-SDM Koperasi kurang concern atau kurang focus. Hal ini terutama dialami koperasi yang belum memiliki karyawan/ti atau manajemen sehingga pengelolaannya samben (baca: sambilan).  Akibat dari kebelum-ada-an manajemen yang concern mengelola keseharian koperasi, penyelenggaraan pengelolaan profesional dan pelayanan yang baik mash sulit ditemukan sehingga usaha-usaha koperasi tampil seadanya dan masih jauh dari semangat kekinian zaman. Kalaupun ada koperasi-koperasi yang baik tanpa kehadiran pengelola profesional, maka akan cenderung lamban perkembangan karena kesibukan para pengurus dalam aktivitas utamanya. Ini menjadi tantangan bagi dunia koperasi, sebab mengembangkan jaringan produktif selalu men-syaratkan adanya pengelolaan yang profesional. Sebagai satu catatan, kemitraan yang dibangun antara 2 (dua) atau beberapa koperasi yang tingkat focus-nya berbeda-beda  sangat rawan dalam hal kelanggengan kerjasama dan bahkan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.


Oleh karena itu, agar bisa men-dulang manfaat dari sebuah kerjasama atau jejaring,  koperasi terlebih dahulu perlu melakukan pembenahan pola pengelolaan organisasi dan usahanya sehingga menjadi seatle, memiliki perform layak dan mendatangkan kepercayaan pihak-pihak lain untuk bermitra.  
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment