DEKOPINWIL JATENG MENGGANDEG UNTAG SEMARANG

DEKOPINWIL JATENG MENGGANDEG UNTAG SEMARANG

Berkaitan dengan peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan juga bagian dari upaya penyelesaian persoalan-persoalan yang timbul di Koperasi, Dekopinwil Prov Jawa Tengah menggandeng Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Penandatanganan Kerjasama ini dilangsungkan di Hotel Siliwangi Semarang di Jalan Mgr Soegiyonopranoto No.61-62. Penandatangan kerjasama ini disaksikan segenap pengurus dan lembaga teknis Dekopinwil Propinsi Jawa Tengah dan pimpinan Dekopinsa-Dekopinda se Propinsi Jawa Tengah. Agenda ini menjadi bagian dari agenda Rapat Kerja Dekopinwil Propinsi Jawa Tengah yang dilangsungkan tanggal 23-24 Agustus 2016.

Dalam sambutannya, Bapak Marsono selaku Ketua Dekopinwil Provinsi Jawa Tengah Kerja mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, penelitian dan pendampingan. Lewat kerjasama ini, beliau berharap terjadi akslerasi pertumbuhan kualitas organisasi dan kelembagaan koperasi-koperasi, khususnya di lingkungan Jawa Tengah.   

Kita maju bila bersama. Atas dasar itulah UNTAG menggandeng Dekopinwil Provinsi Jawa Tengah khususnya dalam bidang hukum. Dalam kerjasama perlu mengembangkan “rasa kasih” dana bukan rasa kasihan. Semua pihak harus memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan inisiatif dalam “memberi” sehingga kemanfaatan terhadap sesama kian meluas”, demikian disampaikan oleh Rektor Untag Semarang dalam sambutannya.

Dalam penjelasan disampaikan bahwa kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam bidang pendidikan diwujdukan melalui berbagai ragam aktivitas yang antara lain seminar, diskusi dan pelayanan publik. Sementara itu, bidang  pengabdian Masyarakat akan diwujudkan dalam bentuk sosialisasi, dialog publik, konsultasi hukum dan memberikan peningkatan kompetensi.

Berkaitan dengan persoalan-persoalan yang muncul di lingkungan koperasi, bisa diselseaikan dengan 2 (dua) opsi, yaitu : Ligitasi atau non-ligitasi. Pada pendekatan non ligitasi, persoalan-persoalan yang timbul diselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Negara akan hadir kala proses musyawarah tidak menemukan solusi melalui jalur ligitasi (pengadilan).  Kaitannya dengan koperasi, diharapkan persoalan-persoalan yang timbul diselesaikan dengan semangat keluargaan sehingga lebih efisien dan juga terhindar dari konflik berkepanjangan yang justru akan merugikan semua pihak, termasuk koperasi. Sebab, melalui pendekatan ligitasi disamping membutuhkan waktu yang tidak sedikit, juga memerlukan energi luar biasa dan biaya yang tidak murah.   
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment