KETIKA STAFF KHUSUS KEMENKOP BLUSUKAN (Tulisan Bagian 01)

KETIKA STAFF KHUSUS KEMENKOP  
BLUSUKAN KE KOPERASI2 DI KABUPATEN BANYUMAS


Didampingi oleh Ketua Dekopinda Banyumas & Mas Herry Kristanto seorang aktivis sosial, Pak Teguh Budiana mengawali blusukannya ke Kantor Sisperindagkop Kabupaten Banyumas. Kedatangan Pak Teguh disambut oleh Pak Yunianto selaku Kadisperindagkop Kabupaten Banyumas dan Pak Budi selaku Kabid Koperasi. Silaturahmi singkat ini membicarakan seputar konsep reformasi total koperasi yang sedang menjadi fokus kemenkop RI saat ini. Sementara itu, Pak Junianto mengabarkan bahwa Pemkab Banyumas akan mengadakan perubahan SOTK walau belum bisa memberi kepastian bahwa Koperasi akan menjadi dinas tersendiri atau digabungkan dengan bidang lainnya. Setelah berdiskusi lebih kurang 30 (tiga) puluh menit, Pak Budiana pun berpamitan dan mohon izin untuk terjuan ke lapangan menyambangi beberapa koperasi di wilayah Banyumas. Dengan senang hati Pak Yunianto mempersilahkan, namun beliau menyampaikan permohonan maaf tidak bisa mendampingi karena harus rapat penataan SOTK bersama pimpinan.

Koperasi Susu Milba yang terlatak di Karang Lewas menjadi obyek kunjungan pertama Pak Teguh. Kedatangan Pak Teguh Budiana tiba-tiba alias tanpa pemberitahuan membuat kaget Pak Bambang, manager Koperasi Susu Milba. Diskusi singkat pun digelar seputar persusuan . Bagi Pak Teguh Budiaana, men-temakan persusuan sangat tidak asing karena beliau kebetulan juga adalah ketua Dewan Persusuan Nasional. Dalam disuksi singkat itu,  beliau membuka obrolan dengan satu statemen awal’ “ apabila koperasi membeli hasil kerja peternak (baca : anggota), maka itu sebuah kekeliruan besar”. Koperasi itu harus focus pada fungsi
service anggota. Koperasi harus mengajarkan anggota bagaimanaa cara untuk menghasilkan  susu berberkualita. Koperasi harus membantu anggota agar  memiliki faktor-faktor  yang bisa meningkatkan produktivitas anggotanya. Beliau menandaskan sekali lagi, “Koperasi bukan pedagang yang akan membeli produk anggotanya”.  Cara fikir semacam ini sangat mengagetkan Pak Bambang selaku manager dan juga Mbak Yuni selaku manajemen Koperasi Susu Milba. Statemen semacam ini sangat filosopis dan memerlukan kerja keras dan cerdas untuk bisa mewujudkannya. Statemen ini disambut baik oleh Ketua Dekopinda Banyumas yang beberapa hari sebelumnya ber-statemen akan mendorong susu yang dihasilkan koperasi ini menjadi salah satu icon di wilayah Kabupaten Banyumas. Usai diskusi, Pak Teguh menyempatkan untuk melihat gudang dan ruang produksi yang dimiliki. Sebelum berpamitan, beliau menyampaikan harapannya agar  koperasi  bisa memproduksi minimal 15 ton/bulan. Seolah mendapat suntikan semangat, Pak Bambang dan Bu Yuni pun menyatakan siap berbenah dan bekerjasama dengan Dekopinda Banyumas.

Perjalanan berlanjut ke KUD Rukun Tani yang berlokasi di Ibu Kota kecamatan Cilongok. Pak Teguh sangat ingin melihat apakah masih ada KUD yang bisa eksis ditengah mayoritas KUD yang kehilangan semangat untuk berkembang. Setelah melalui perjalanan sekitar 20’, Pak Teguh pun langsung meninjau Toko Swalayan yang merupakan salah satu unit layanan andalan koperasi ini. KUD ini tercatat sebagai KUD terbaik 2 (dua) koperasi sesudah KUD Aris Banyumas. KUD ini memang fokus pada 2 (dua)  unit layanan, yaitu simpan pinjam dan toko swalayan.  Usai meninjau lapangan, Pak Teguh pun menggelar diskusi dengan pengurus
KUD dan sebagian anggota manajemenKUD Rukun Tani. Beliau menyarankan agar  semangat berkoperasi  terus disuarakan agar masyarakat lebih faham dan ikut menjadi bagian dari barisan koperasi.  Kaitannya dengan retail, Beliau berharap koperasi bisa memiliki sistem distribusi sehingga anggota/masyarakat lebih berpeluang disejahterakan. Beliau juga menekankan bawa anggota harus bisa menikmati  kemanfaatan nyata berkoperasi. Keberhasilan ber-koperasi itu bukan pada besarnya gedung. Koperasi harus bangga kala anggota banyak yang memberikan kesaksian (testimoni ) tentang manfaat yang mereka rasakan melalui berkoperasi.  

KPRI KOGAT kemudian menjadi obyek kunjungan ke-3 (tiga). Kehadiran Beliau dan Pimpinan Dekopinda Banyumas ini cukup mengagetkan pengurus sebab memang tidak ada pemeberitahuan sama sekali. Bahkan, saat itu Pak Hj Agus selaku salah satu pengurus sedang meeting dengan tamunya. Pak Teguh penasaran menyambangi koperasi yang satu ini karena kemampuannya mendidik anggota sehingga pada rajin menabung. Koperasi beranggotakan para guru SD ini begitu solid sampai-sampai over likuid sebagai akibat langsung dari gairah menabung anggota koperasi ini yang terus mengalami penumbuhan. Capain fenomenal ini menjadikan koperasi Kogat menjadi salah satu koperasi andalan dan kebanggaan Kabupaten Banyumas. 


Perjalanan pun lanjut lagi ke Koperasi Nira Satria, sebuah koperasi yang concern mengorganisasi para pengrajin gula kelapa yang merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Banyumas. Wilayah kerja koperasi ini melibuti 4 (empat) kecamatan dan 572 anggotanya tersebar di 12 (dua belas) Desa.  Perjalanan koperasi ini juga tercatat sangat fenomenal, khususnya dalam mendidik anggotanya. Sampai saat ini, koperasi ini juga  sudah memiliki 1072 calon anggota yang terus di edukasi. Kala calon anggota ini sukses mencapai indikator yang ditetapkan, maka mereka kemudian berhak menjadi  aggota
penuh.  Adanya nilai lebih signifikan kala sudah berstatus anggota penuh, membuat para calon anggota ini terus meningkatkan kinerjanya. Hal ini merupakan bagian dari edukasi koperasi dan sekaligus pembentukan sikap dan mental anggota agar menjadi insan lebih produktif. Dalam urusan produksi, koperasi ini cukup ketat dan menerapkan disiplin tinggi dalam urusan produksi. Koperasi ini concern menekankan produksi murni organik dan melarang keras campuran dalam prosuksi seperti formalin, natrium bisulfit dan lain-lain sebagainya. Untuk mendukung hal itu, pengurus menempatkan para supervisor guna menjamin konsistensi
kualitas produk. Orientasi market produk gula kelapa ini tidak saja lokal tetapi juga melayani ekspor dengan tujuan Jerman.  Konsistensi dalam menjaga kualitas produk membuat koperasi ini kewalahan melayani pertumbuhan pemintaan market yang luar biasa. Mereka kewalahan untuk melayani permintaan khususnya dari buyer luar negeri.

Sebelum berpamitan, Pak Teguh Budiana bersama Ketua Dekopinda Banyumas  meninjau proses produksi yang sedang berlangsung.  
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment