KETIKA STAFF KHUSUS KEMENKOP BLUSUKAN (Bagian 02...habis)


Waktu menunjukkan Jam 11.10 Wib, saat Pak Teguh Budiana meninggalkan Koperasi Nira Satria. Kendaraan diarahkan menuju kota Purwokerto untuk meninjau beberapa koperasi unggulan di ibu kota Kabupaten Banyumas ini, yaitu Kopkun, Boersa Kampus dan KPRI Sehat RSMS. Tepat jam 11.35 Wib, mobil yang membawa Pak Teguh Budiana parkir di Kopkun 1 yang beralamat di Jalan HR Boenyamin. Kedatangan beliau disambut oleh Mas Firdaus, manager organisasi Kopkun yang juga dikenal sebagai anak muda yang memiliki pemikiran brilian di wilayah pemikiran koperasi.   

Kopkun ini merupakan koperasi sukses khususnya dalam bidang layanan retail. Kopkun memiliki 3 (tiga) outlet swalayan dan kabar terbaru dalam waktu dekat Kopkun akan menambah lagi jumlah outletnya. Kopkun ini tidak sekedar koperasi, sebab koperasi satu ini juga concern mencetak SDM-SDM qualified. Beberapa SDM ang dihasilkan tidak saja Go-Nasional, tetapi juga Go-International. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau beberapa tokoh koperasi dunia sempat menyambangi Kopkun. Jaringannya yang luas membuat Koperasi ini begitu eksis dan disegani serta juga menjadi salah satu koperasi kebanggaan Kabupaten Banyumas. Hal unik dari koperasi ini adalah keanggotaannya yang suka rela dan terbuka. Prinsip keanggotaan ini telah menyatukan berbagai lapisan masyarakat ke dalam satu koperasi, mulai dari akademisi, karyawan, buruh dan bahkan tukang becak.

Suara azan menandakan waktunya Jum’atan dan kendaraan pun di parkir untuk ikut menunaikan ibadah sholat jum’at di Mesjid Nurul Ulum, sebuah mesjid di lingkungan Kampus Unsoed Purwokerto.  Usai sholat jum’at, Pak Teguh selanjutnya diajak ketua Dekopinda Banyumas mampir ke swalayan Boersa Kampus, sebuah swalayan yang  berada dalam naungan KBUMP (Koperasi Bina Usaha Mandiri dan Profesional). Koperasi ini beranggotaan beberapa aktivis kampus angkatan 1998. Satu hak yang menarik, swalayan BK ini di manajeri oleh seorang tokoh muda revolusioner koperasi Indonesia, yaitu : Mas Suroto. Pak Teguh budiana berkelakar saat mendapati ruang kerja Mas Suroto..”disini pemikian-pemikiran liar perkoperasian  bermula...”. Sontak statemen itu mengundang tawa Ketua Dekopinda Banyumas dan Mas Herry  mengingat Mas Suroto memang sangat vokal.

Perjalanan dilanjutkan menyambangi Kopkun 02 yang belokasi di Desa Karang Wangkal dimana beberapa fakultas dari Kampus Unsoed berada. Setelah  melihat-lihat swalayan kedua milik Kopkun ini, Pak Teguh Budiana kemudian diajak Mas Firdaus ke lantai 02. Diskusi singkat pun di gelar seputar Kopkun dan Pak Teguh Budiana pun sempat menyampaikan pemikiran beliau seputar koperasi secara makro. Keasikan diskusi membuat lupa waktu dan akhirnya diputuskan menundakan agenda kunjungan ke Kopkun 03 karena masih ada 3 (tiga) obyek lagi yang akan dikunjungi. Apalagi pada jam 15.30 Wib Pak Teguh Budiana dijadualkan menjadi narasumber pada diskusi infprmal dengan para akademisi, praktisi dan pemerhati koperasi di lingkungan Banyumas.

Setelah melalui 15 menit perjalanan, akhirnya Pak Teguh tiba di KPRI SEHAT RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto (biasa disebut siSehat). Awalnya, Pak Teguh Budiana diajak menilik server parkir milik siSehat.  Dari ruang ini, semua persoalan parkir dikendalikan lewat tehcnolgi komputer. Sesaat kemudian, Pak Teguh terkesan dengan satu tulisan “belanjalah seperlunya” yang terpampang di pintu masuk toko swalayan si Sehat. Bagaimanapun juga, tulisan itu terkesan aneh mengingat sebuah toko pasti sangat menginginkan omzet yang besar. Belum usai kepenasan beliau, satu tulisan lagi yang tertempel pada pintu masuk
ruang G.Manager mengundang  kepenasaran beliau. “sorry...it’s not about money”. Setelah memasuki ruang G.Manager, Pak Teguh pun mendapat penjelasan tentang filosopi dan spirit yang melandasi fikiran tersebut. Sang G.Manager menegaskan bahwa tulisan-tulisan itu dilandasi atas spirit koperasi sebagai kumpulan orang yang fokus utamanaya adalah "membangun orang" sehingga hidupnya lebih berkualitas. Usai berfoto bersama dengan manajemen siSehat, Pak Teguh pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke obyek berikutnya. Jam sudah menunjukkan 14.10 wib. Perutpun sudah terasa keroncongan.

Sang sopir pun kemudian memacu kendaraan menuju obyek berikutnya. Sesudah memastikan bahwa Pak Teguh Budiana tidak aleri atau pantang makan ikan, akhirnya Sang Sopir yang tidak lain adalah ketua Dekopinda Banyumas,  menawarkan untuk makan siang di satu warung khas ikan sungai  yang loksinya tidak jauh dengan obyek  kunjungan berikutnya. Tawaran itu tak di tolak dan kendaraanpun dipacu lebih cepat mengingat waktu nya makan siang sudah hampir lewat. Tidak lama berselang, kendaraan pun sudah tiba diparkiran warung Makan “Lik Tutik”, sebuah warung pavorite bagi para penggemar ikan sungai. Warung makan ini memang unik dan hampir tidak pernah sepi. Para tamu luar kota sering diajak kesini untuk menikmati ikan sungai. Hmmm...ternyata pada sependapat bahwa menunya luar biasa nikmatnya. Semua pada nambah....


Usai melahap menu makan siang, perjalananpun dilanjutkan ke obyek berikutnya, yaitu KPRI NEU RSU Banyumas. Salah satu hal menarik dari Koperasi beranggotakan para pegawai rumah sakit ini adalah supermarketnya yang megah. Berdiri diatas lahan sendiri, supermarket bernama KN (kulakan NEU) ini seolah meng-koreksi persepsi banyak orang tentang toko koperasi. Cita rasa modern begitu tegas dari KN ini. Tentu hal ini me-refresentasikan kualitas pengelolaan organisasi dan perusahaan koperasi ini secara menyeluruh. Pak Teguh pun tidak bisa menutupi kekagumannya atas apa yang beliau
saksikan dari koperasi ini.

Akhirnya, Pak Teguh Budiana melanjutkan perjalanan blusukannya di obyek terakhir, yaitu KUD Aris. Sebagai catatan, KUD ini adalah KUD terbaik di wilayah Banyumas dan merupakan salah satu KUD yang selalu dibanggakan oleh masyarakat koperasi Banyumas. Pak Teguh pun sepakat kalau koperasi ini sangat layak dibanggakan setelah melihat bagaimana KUD ini bisa menyelenggarakan beberapa unit-unit layanan. Apa yang beliau saksikan sangat berlawanan dengan realitas KUD Kebanyakan saat ini. Di KUD Aris beliau melihat bagaimana toko swalayannya begitu besar, rice mill nya juga jalan dan simpan pinjamnya juga lancar. Beliau terkesima dengan perform koperasi satu ini.

Akhirnya, semua obyek blusukan terselesaikan tepat jam 15. 10 Wib dan tersisa waktu 20 menit untuk menjangkau PLUT UKMK Purwokerto guna menyelesaikan agenda pamungkas, yaitu menjadi nara sumber di diskusi informal.   






Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment