PEMBUKAAN REKERDA DEKOPINWIL JAWA TENGAH

PEMBUKAAN RAKERDA DEKOPINWIL JAWA TENGAH


Penyelenggaraan Rakerda (Rapat Kerja Daerah) ini tergelar di Hotel Siliwangi, Semarang  tepatnya tanggal 24 Agustus 2016. Rakerda diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan do’a yang begitu khidmat. Pada acara pembukaan, disamping pimpinan Dekopinda se Propinsi Jawa Tengah, acara inijuga diadiri oleh Ibu Safitri Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mewakili Gubernur Jawa Tengah, Salah satu anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah, Mas Agung Sujatmoko selaku ketua harian Dekopin Dekopin Pusat Jakarta, Penasehat, Pengurus dan Majelis Pakar Dekopinwil Prov
Jawa Tengah.

Rakerda Dekopinwil Prov Jawa Tengah ini merupakan momen pertanggungjawaban atas kinerja pimpinan Dekopin dan sekaligus momen penyusunan rencana kerja diberikutnya. Dalam sambutannya, Pak Marsono selaku ketua Dekopinwil Prop Jawa Tengah menyampaikan bahwa idealnya digelar paling lambat Bulan Juni. Namun pelaksanaannya ditundakan  dikarenakan menunggu Dekopinda-Dekopinda  menggelar Rakerda terlebih dahulu.  

Pak Agung Sujatmoko selaku ketua harian Dekopin Pusat. Beliau beharap anggota legislatif yang hadir hadir pada acara pembukaan ini ikut membantu mendorong perkembangan koperasi dalam kapasitasnya selaku perwakilan rakyat. Beberapa hal yang disampaikan oleh Mas Agung :
1.      Terkait dengan perjuangan Dekopin selaku organisasi nir-laba yang dilahirkan tahun 1947 di tasikmalaya dan pendeklarasian tersebut dihadiri oleh Bung Hatta. Saat itu diputuskan setiap tanggal 12 Juli menjadi hari koperasi yang akan diperingati setiap tahunnya.
2.      Sebagai organisasi nir laba, seharusnya Dekopin lebih bergerak. Namun, hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa dorongan organisasi itu sendiri. Disaming itu,  hubungan dan komunikasi antara Dekopin dengan eksekutif (cq. Bagian perencanaan pembangunan) perlu diintensifkan sehingga terdapat keselarasan dan kesesuaian dengan agenda perjuangan Dekopin.  Untuk itu, idealnya gerakan koperasi berbagi tugas dengan pemerintah sehingga terbangun sinergitas yang mendorong akselerasi pembangunan koperasi. Untuk mendukung hal itu, beliau berpesan untuk menggagas program-program realistis. Kaitannya dengan program, beliau menyarankan agar program-program yang dibuat berbasis pada 2 (dua) sumber, yaitu: (i) bebasis kemandirian dan; (ii) berbasis supporting pemerintah.
3.      Koperasi harus mengembangkan kerjasama mutual dengan berbagai pihak guna mengakselerasi pertumbuhan manfaat. Satu hasil penelitian Mubiyarto Centre menyimpulkan bahwa dari 7 (tujuh) prinsip koperasi, prinsip yang paling lemah dalam pelaksanaannya adalah “kerjasama”. Hal ini perlu menjadi satu perhatian dan peng-arus utamaan agar koperasi lebih berdaya guna.
4.      Koperasi perlu mengembangkan upaya-upaya strategis yang memodernisasi usaha koperasi. 
5.      Kementrian koperasi mencanangkan reformasi total koperasu yang menekankan pada 3 (tiga) hal, yaitu; (1) rehabilitasi; (2) Reorientasi dan; (3) pengembangan/inovasi. Rehabilitasi lebih mementingkan pada pertumbuhan kualitas koperasi ketimbang kuantitas. Re-orientasi fokus pada pengembangan koperasi harus berbasis pada kebutuhan anggota. Kala koperasi memiliki anggota memerlukan banyak kebutuhan,  maka koperasi harus mengembangkan usaha pangan.
6.      Koperasi harus melakukan adaptasi dengan pelibatan teknologi, jika tidak pasti akan ketinggalan di era persaingan semacam ini. Koperasi harus mengambil pelajaran bagaimana gojeg, grab, lapak yang men-drive bisnis dengan mengoptimalkan fungsi teknologi dalam pelayanan.

Dipenghujung sambutannya, Pak Agung menyampaikan bahwa Koperasi harus dibangun atas dasar “hati kita” dan bukan karena pesanan siapapun. Ke-KITA-an dalam koperasi memerlukan keikhlasan untuk berbagi peran dan saling bahu membahu. “Koperasi adalah kita”. 

Sementara itu, dalam dambutannya, Ibu Safitri mewakili Gubernur menyampaikan :
Koperasi perlu ditangani oleh para profesional agar lebih bisa tumbuh dan berkembang. Koperasi perlu didorong agar lebih berkembang agar lebih mensejahterakan anggota dan juga masyarakat. Koperasi jangan hanya fokus pada kepentingan ekonomi, tetapi juga harus fokus pada aspek sosial dan budaya.

Melalui sambutan tertulisnya, Gubernur Jawa Tengah berpesan agar koperasi:
1.      meniingkatkan kemampuan Dekopinwil dalam melayani gerakan koperasi
2.    Secara proaktif ikut serta dalam penyusunan rencana strategis pengembangan ekonomi produktif.
3.      melakukan komunikasi itensif antara dekopinwil dengan dekopin pusat, dekopinda dan koperasi primer dalam melaksanakan program kerja
4.      meningkatkan kualitas kader koperasi dan juga pemberian kesempatan lebih luas bagi generasi muda dan perempuan untuk berkembang seluas-luasnya.


Akhirnya, Gubernur menyampaikan harapannya “Semoga Dekopinwil menjadi rujukan bagi segenap koperasi dalam menjalankan dna menumbuhkembangkan  organisasi dan perusahaannya”.  
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment