H-1 : Road To Seminar “Menjangkarkan Kedaulatan Pangan Melalui Integrated Farming Berbasis Koperasi Yang Memberdayakan”

H-1 : Road To Seminar “Menjangkarkan Kedaulatan Pangan Melalui Integrated Farming Berbasis Koperasi Yang Memberdayakan”


Ini seminar yang rumit...tapi sepertinya kalimat itu kurang tepat dan tidak mewakili semangat yang sedang membuncah di segenap penggagas, aktivis pemberdayaan dibidang pertanian dan juga para nara sumber. Bagaimana tidak, untuk menggelar seminar kedaulatan pangan ini saja sudah digelar tiga kali diskusi content . Alasan sederhananya adalah adanya harapan besar terbentuknya efektivitas dan keberlanjutan yang nyata. Jadi, diskusi informal malam ini adalah bagian dari upaya awal men-sinergikan istilah kedaulatan pangan, integrated farming dan
koperasi.  

Diskusi terbatas malam ini berlangsung santai walau sangat peduli substansi. Bertempat di Cafe d’Saung, diskusi malam ini di hadiri dalam agenda ini, Pak Anisur (Dekan Pertanian Unsoed), Pak Bima Kartika (Kabid Koperasi Propinsi Jawa Tengah), Mbah Moko (aktivis pemberdayaan petani), Pak Eko (Kepala Bappeda Banyumas), Pak Dodi (lurah wlahar wetan), Herry Kristanto (aktivis sosial), Pak Rizkul (Dosen Pertanian), Bu Novi (Dosen Fak Ekonomi Unsoed), Anis
Sa’adah (aktivis pemuda/i koperasi), Firdaus (Direktur Kopkun Institute), Muhammad Arsad Dalimunte (ketua Dekopinda Banyumas), mas wahyudi (petani ndeso ngawi).    

Mengawali diskui, Om Herry Kristanto mewakili barisan pengagas menyampaikan bahwa berkumpulnya para pakar pertanian, aktivis pertanian dan aktivis koperasi malam ini merupakan sebuah kebahagiaan luar biasa yang men-stimulan lompatan perbaikan pertanian dan juga ketahanan pangan. Langkah kecil ini diharapkan bisa
menjawab keresahan yang hari ini sedang melanda pertanian negeri ini.
 
Dalam prolognya, Pak Anisur yang juga Dekan Fakultas Pertanian Unsoed menyampaikan, “Saya tidak menduga kalau tema kedaulatan pangan ini menggelinding sedemikian rupa dan menjadi begitu serius dan memang sangat layak diseriusi. Hal ini tidak saja menjadi persoalan bangsa, tetapi juga berkaitan dengan nasib petani dan unsur-unsur yang terlibat. Mengsinkronkan pertanian dengan koperasi sangat relevan dari
perspektif analisa, tetapi menjadi tantangan mewujudkannya di realitas keseharian”.

Pak Eko, selaku ketua Bappeda Kabupaten Banyumas menyambut baik inisiasi ini. Beliau sangat mendukung insiatif dan upaya akselerasi pengembangan koperasi khususnya yang menyentuh pertanian. Beliau menyatakan. “Saya tidak pesimis inisiatif dan idealisme semacam ini hanya menjadi sebatas tema seminar, tetapi melalui langkah-langkah bertahap dan berkelanjutan akan mewujud keadaan-keadaan baru yang pada waktunya akan mencapai titik ideal”.

Mbah Moko yang besok akan menjadi salah satu narasumber seminar menyatakan bahwa sekarang ini banyak hal yang terlupakan dari kebaikan-kebaikan praktek pertanian yang dilakukan di masa lalu. Agresifitas negara dalam memproduksi pupuk perlu disikapi dengan bijak. Adakah upaya pupuk an-organik ini digeser ke organik?, tanya beliau menggugah kepedulian segenap audience yang hadir. Beliau berpesan perlu melakukan rehabilitasi pola sehingga rakyat memiliki cara-cara yang lebih baik dan bijak dalam bertani.

Testimoni Mas Wahyudi selaku petani ndeso dari ngawi sangat menyentuh. Konsep pertanian yang baik dan benar itu terletak pada ekologi tanah.Hasil pertanian yang baik sulit didapat dari tanah yang rusak. Tanah di jawa sudah rusak parah. Hakekat konsep SRI adalah menghargai sebuah pohon dimana yang menjadi pimpinannya adalah akar. Namun, bagaimana akar menjadi kuat bila berada ditanah yang rusak. Prinsip organik itu  tidak memberikan makanan, tetapi menyajikan bahan-bahan makanan. Namun demikian, beliau mengatakan bahwa hanya sikap sabar, ridho dan  ikhlas yang akan mendorong tumbuhkembangnya organik.


Kaitannya dengan koperasi, gerakan kedaulatan pangan ini akan menjadi mubah jika tidak ada koperasi yang mempersatukan dan membela kepentingan petani. Sebagai referensi, koperasi fonterra new zeeland merupakan contoh koperasi yang eksis dan concern membela kepentingan dan kesejahteraan petani. 

Pak Bima selaku Kabid Koperasi Propinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa  Dinas koperasi Jawa Tengah selalu mengapresiasi setiap inisiasi pendirian koperasi dan berupaya mempermudah  pengurusan perizinan. Hanya saja, konsistensi masyarakat dalam berkoperasi yang masih menjadi soal dan hal ini memerlukan solusi.   Beliau juga menyatakan bahwa 0,2% warga negara menguasa hampir 80% luasan tanah dan sisanya yang dimiliki oleh rakyat. Statistik kepemilikan tanah ini menjadi tantangan dalam menegakkan kedaulatan pangan. Mindset masyarakat tentang kedaulatan pangan juga masih perlu sosialisasi dan edukasi massif. Dengan demikian, gerakan kedaulatan pangan ini menjadi gerakan bersama dari segenap petani dan stake holdernya. Juga perlu mediasi brilian bagaimana mempertemukan keinginan pemerintah dan kemauan masyarakat dengan memasukkan tema organik sebagai jalan menuju kedaulatan pangan. Dalam semangat pembinaannya, koperasi-koperasi didorong mengembangkan koperasi yang menggerakkan sektor riil sehingga lebih berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. Mengembalikan koperasi ke Jati Diri-nya menjadi tema sentral yang diarus utamakan agar fungsi pemberdayaan koperasi berjalan secara efektif.

Dipenghujung, Pak Dodid selaku lurah wlahar wetan mengemukakan tekadnya membangun desa berdaya. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengajar masyarakat untuk bicara dan mendorong adanya gerakan sistematis. Alhamdulillah, gagasan ini disambut baik oleh masyarakat dan saat ini mulai melakukan pergerakan.  Beliau juga menyatakan kesiapan desanya dijadikan sebagai tempat praktek konsep integrated farming.

Seminar kedaulatan pangan ini dipastikan berlangsung sangat menarik dan produktif bagi perbaikan nasib pertanian indonesia dan kedaulatan pangan di negeri tercinta ini. Satu catatan lagi, seminar ini hanyalah langkah awal untuk menyatukan energi dan tekad untuk berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan.  
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment