KPRI BARUKATURROKHIM MENGGAGAS PENGEMBANGAN LAYANAN ANGGOTA

Menggagas Pengembangan Layanan Anggota

(Jum’at,12 Nop 2016). Hari ini KPRI Barokaturrohim menggelar satu rapat penyusunan konsep pengembangan layanan anggota. Koperasi beranggotakan pada karyawan Kementrian Agama di Lingkungan Kabupaten Banyumas ini bermaksud mencari ide pengembangan guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Untuk memperkaya sudut pandang dan pemikiran, rapat ini tidak hanya dihadiri oleh pengurus, pengawas dan pembina KPRI Baiturrokhim, tetapi juga mengundang pejabat Disperindagkop Kabupaten Banyumas dan Dekopinda Kabupaten Banyumas. Disperindagkop diwakili oleh Bapak Kuswandi selaku kasie pengawasan dan Dekopinda dihadiri langsung oleh ketuanya,
Muhammad Arsad Dalimunte.

Pak Ibnu selaku ketua menjelaskan saat ini KPRI Barokaturrohim sedang merubah strategi pengembangannnya. Dalam mengembangkan organisasi dan perusahaannya,  koperasi ini me-referensi pada ragam masukan dan usulan pengembangan yang disampaikan melalui email. “Seberapa besar manfaat koperasi bagi anggota”, selalu menjadi inspirasi dalam menumbuhkembangkan layanan koperasi. Sebagai gambaran, anggota koperasi yang tersebar di 27 Kecamatan di Lingkungan Kabupaten Banyumas telah melahirkan satu ide untuk menyelenggarakan toko tanpa wujud. Artinya, koperasi ini akan bekerjasama pada toko-
toko dimana anggota bertempat tinggal. Dengan demikian, semua anggota terlayani dengan baik.

Dalam rangka menyemangati, Kasubbag TU Kanmenag, Bapak Nasir mewakili Pembina menyampaikan bahwa keberadaan koperasi ini sangat membantu dan menyelamatkan anggota. Banyak anggota yang merasa sangat terbantu oleh layanan koperasi. Hal ini menegaskan bahwa kemanfaatan koperasi benar-benar bisa dirasakan oleh segenap anggotanya. Beliau juga mengingatkan bahwa pengembangan koperasi harus melalui musyawarah dengan memperhatikan motto “dari, untuk dan oleh anggotanya”. 
 
Pak Kuswandi mewakili Disperindagkop menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang dicapai oleh koperasi Barukaturrohim. Secara pribadi beliau memang memiliki informasi yang cukup tentang perjalanan panjang dari perjuangan koperasi ini. “Apa yang dicapai hari ini sesuatu yang sangat layak di syukuri”, demikian tandas beliau. Beliau meng-informasikan ada 537 koperasi berbadan hukum di lingkungan Kabupaten Banyumas yang secara umum bisa dikelompokkan sebagai berikut : (i) koperasi yang sebagian besar anggotanya dilayani oleh badan usaha lain; (ii) koperasi yang sebagian kecil anggotanya dilayani oleh badan usaha lain; (iii) sebagian besar anggota mentransaksikan kebutuhannya sudah ditangani koperasi dan; (iv) potensi pasar lainnya juga dikuasai oleh koperasi. Pada kelompok ke-empat ini tidak saja berkemampuan memenuhi kebutuhan anggotanya, tetapi juga sudah bisa meng-ekspan layanannya kepada masyarakat umum. Atas keperluan

Dalam sambutannya, ketua Dekopinda Kab. Banyumas mengawali dengan apresiasinya terhadap record capaian yang menggembirakan. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi ini berjalan sehat.  pegelaran rapat penyusunan konsep pengembangan layanan ini. Hal ini menandakan keseriusan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dalam arti luas. Sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas, ketua dekopinda menyampaikan beberapa hal :
1.      Taat azas subsidiaritas. Dengan demikian jenis layanan yang akan dikembangkan koperasi tidak akan menegasikan usaha-usaha yang mungkin sudah di jalankan oleh anggotanya. Azas ini juga untuk memastikan bahwa layanan baru yang akan diselenggarakan koperasi tidak bersaing secara terbuka (face to face) dengan usaha yang dijalankan anggota.
2.      Taat regulasi. Taat regulasi ini tidak saja terbatas pada aturan-aturan yang belaku dalam lingkar kelembagaan koperasi, tetapi juga regulasi tentang penyelenggaraan layanan. Dengan demikian, keberadaan usaha tersebut berjalan dengan baik. 
3.      Bidang garap. Idealnya, dalam mengembangkan unit layanannya koperasi harus  mereferensi pada kebutuhan mayoritas anggotanya, walau koperasi boleh saja menggarap berbagai peluang usaha sepanjang tidak bertabrakan dengan hukum dan norma-norma kemasyarakatan yang berlaku. Dengan me-referensi pada kebutuhan mayoritas anggota, maka usaha yang akan dijalankan akan mendapat sambutan dan daya dukung partisipasi dari mayoritas anggotanya. Dengan demikian, unit layanan yang akan dilahirkan memiliki pondasi kuat dimana anggota koperasi yang berjumlah sekitar 1000-an ini akan menjadi located market (pangsa pasar terlokalisir). Keterbentukan located market ini akan menghindarkan resiko.
4.      Mentalitas. Setiap jenis usaha membutuhkan mental sendiri-sendiri. Sebagai contoh mental pengelolaan simpan pinjam berbeda dengan pengelolaan toko dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penyiapan mental perlu disiapkan pada segenap unsur organisasi, mulai dari pengurus, pengawas dan anggota.
5.      Roh kelahiran. Kelahiran satu unit layanan harus didasarkan pada satu alasan yang difahami secara utuh seluruh unsur organisasi, sebab hal ini menyangkut hal yang sangat fundamental. Semua unsur organisasi harus memiliki persepsi serupa dan menempatkan ekspektasinya sesuai dengan alasan kelahirannya. Sebagai contoh, ketika unit layanan yang akan dijalankan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan yang lebih murah, maka anggota tidak perlu menuntut adanya SHU yang tinggi. Demikian sebaliknya, kala SHU yang tinggi yang menjadi orientasi, maka anggota harus ikhlas kala manajemen mengambil margin keuntungan. Berkaitan dengan roh kelahiran ini, pengurus dan pengawas perlu mengkomunikasikannya kepada anggota agar tidak terjebak pada apa yang disebut dengan kepahlawanan keliru.  

6.      Profesionalisme manajemen. Pengelolaan profesional adalah sebuah keharusan bila menginginkan unit layanan yang kuat, jika tidak usaha tersebut berpotensi mengalami kegagalan. Kehadiran expertis yang memiliki integritas di bidangnya merupakan satu langkah awal yang perlu dilakukan.  
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment