MENGGAGAS PENINGKATAN PENDAPATAN PENDERES GULA KELAPA MELALUI KOERASI PEMBERDAYA

MENGGAGAS PENINGKATAN PENDAPATAN PENDERES GULA KELAPA MELALUI KOERASI PEMBERDAYA


Hari ini, Kamis, 29 Desember 2016, Panitia Festival Kinerja Pembangunan menggelar “rembug siang peningkatan pendapatan penderes gula kelapa melalui koperasi”, di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas.

Mas Firdaus, Direktur Kopkun Institute, kali ini  bertindak selaku moderator. Beliau membuka sedikit Banyumas merupakan penghasil gula kelapa terbesar di Indonesia. Sektor ini memiliki 27.000 penderes dan menyerap 110 ribu tenaga kerja. Cerita manis tentang gula kelapa memiliki sisi lain
dimana nasib para penderes tidak nyambung (belum sejahtera). Untuk itu, Mas Firdaus berpesan kalau men-temakan nasib penderes harus serius alias tidak main-main. 

Urun rembug ini diinisiasi Bappeda Kab.Banyumas dan menghadirkan 3 (tiga) narasumber, yaitu : (i) Bapak Junianto Disperindagkop; (ii) Bapak Muhammad Arsad Dalimunte selaku Ketua Dekopinda Banyumas dan; (iii)
Mas Pratna selaku Presiden Blogger Banyumas

Dalam presentasinya, Bapak Junianto menyampaikan ada sekitar 2 (dua) juta pohon kelapa dan 600 ribu dari jumlah itu disadap untuk gula kelapa dan sisanya untuk tujuan lain. Ada beberapa persoalan yang membuat kesejahteraan penderes tidak linier dengan statistik fantastik Kabupaten Banyumas sebagai nomor 2 (dua) penghasil gula kelapa, yaitu : (i) Tengkulak; (ii) sdm rendah dan; (iii) Iptek

Mas Pratna membuka presentasinya dengan penyajian satu video berdurasi 5 (lima) menit tentang Desa Darmaji yang baru saja sukses mendapat beberapa penghargaan sebagai desa melek IT dari Kompas. Komunitas ini juga mendampingi dedemit (desa-desa melek IT). Beliau menegaskan bahwa internet itu merupakan media yang meng-informasikan sehingga masyarakat luas mengerti tentang hal-hal yang diinformasikan seperti potensi sebuah desa, ide-ide kreatif, obyek-obyek wisata dan lain sebagainya. Komunitas blogger Banyumas siap diajak kerjasama dalam mempublish potensi gula kelapa dengan segala dinamikanya.

Sementara itu, Muhammad Arsad Dalimunte menyampaikan daya dukungnya atas pemilihan koperasi sebagai alat perjuangan meningkatkan kesejahteraan. Hal ini sejalan dengan filosopi koperasi sebagai kumpulan orang yang fokusnya meningkatkan kapasitas orang-orang didalamnya melalui pendidikan yang men-cerdaskan. Namun demikian, koperasi yang dibangun adalah koperasi yang memiliki semangat pemberdayaan sehingga fokus pada peningkatan kapasitas anggota.  Atas dasar hal ini, maka jenis koperasi genuine lebih dipilih ketimbang koperasi berjenis hybrid, sebab jenis genuine lebih tegas dalam hal pemberdayaan anggota.  

Ada beberapa pertanyaan, apresiasi dan pendapat yang berkembang di sepanjang diskusi, antara lain :
1.      Dosen IAIN Purwokerto Pak Nuri menyampaikan apresiasinya terhadap pegelaran acara ini, sebab berhubungan dengan Nasib penderes gula kelapa. Beliau juga apresiasi atas gagasan pendirian koperasi ini. Beliau juga sepakat bahwa mindset mayarakat penderes gula harus di rubah
2.      Bapak suhedi, seorang Kepala Desa bertestimoni seputar gula elapa (i) 90% pelakunya para ekonomi lemah sehingga gampang sekali mengikuti arus skenario yang di ciptakan ; (ii) di kendalikan oleh tengkulak. Atas hal ini, pemilihan koperasi sangat tepat dan harus diperjuangkan. 
3.     Bapak Imam Sangudin, kepala BKK Cilongok, mengapresiasi gagasan memperbaiki nasib petani melalui koperasi. Perubahan mindset menjadi perjuangan pertama sehingga mendukung langkah-langkah berikutnya.  
4.      Bapak Maryoko, seorang pengurus BKD di Cilongok  menyampaikan bahwa pohon kelapa hanya ada di sekitar pekarangan, sehingga kalau rata-rata seorang penderes memanjat 30 (tiga) puluh pohon kelapa, maka sang penderes memanjat di kebunnya sendiri dan di empat kebun orang lain/tetangga. Oleh karena itu, gagasan mendirikan koperasi sangat apresiasi sebab hal ini juga bisa mempersatukan berbagai kalangan masyarkat.

5.      Delegasi Inkubator Bisnis Unsoed menyampaikan apresiasi terhadap beberapa koperasi sukses di Banyumas dan menjadi menarik menemukan teknologi yang tepat untuk menularkan semangat sukses tersebut.  Beliau juga menyambut baik gagasan pendidian koperasi melalaui langkah awal merubah mindset. Oleh karena itu, perlu dirumuskan  bagaimana koperasi bisa mendapat sambutan hangat dari segenap petani. Selanjutnya, bagaimana membuat koperasi  awet dan tumbuhkembang ditingkat petani
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. Saya setuju dg upaya ini, dan berharap bisa berlanjut pada perjuangan riil pemerintah Banyumas mensejahterakan penderes. Sudah terlalu lama penderes hdup pada kmiskinan dan kerugian. Sekarang saatnya pemda mau merugi demi ksejahteraan penderes.

    Haris Pageraji

    ReplyDelete