DOKUMENTASI HASIL SARASEHAN PERKOPERASIAN

A. Prolog
Tulisan ini berisi tentang hasil dokumentasi pemikiran dan gagasan yang berkembang pada sarasehan perkoperasian yang digelar pada tanggal 15 Mei 2017 di RM Red Chilli, Desa Pandak, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Sarasehan ini merupakan rangkaian dari sarasehan yang digelar di Wilayah Propinsi Jawa Tengah oleh Dekopinwil Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi UKM Propinsi Jawa Tengah dimana Dekopinda Banyumas bertindak sebagai tuan rumah untuk wilayah eks-Karasidenan Banyumas.   

B.  Pengantar Fasilitator Sarasehan
Sarasehan ini difasilitasi langsung oleh 2 (dua) staff ahli Gubernur Jawa Tengah, yaitu Pak Naryo dan Pak Yuli. Sebelum sarasehan dimulai, kedua staff ahli gubernur memberikan pengantar kepada segenap peserta sarasehan yang secara singkat dijelaskan berikut ini :
1.      Bapak Yuli. Dalam pengantarnya, beliau menyampaikan bahwa:
  1. dalam sarasehan ini akan ada 5 (lima) isu tematik yang akan menjadi bahasan, yaitu: (i)  Asas dan dasar koperasi; (ii) Potret dan masalah koprasi; (3) peran dan tantangan koperasi; (4) penataan dan penguatan dan; (5) dukungan dan kerjasama koprasi. Pokok
  2. Pokok yang harus diungkap harus komprehensif, seperti arti, pentingnya, mengapa harus koprasi dan manfaat koprasi.
  3. Dalam rangka meng-efektifkan hasil sarasehan, seluruh peserta akan dibagi Metode sarasehan kali ini menggunakan 2 (dua) tahap, yaitu; (i) tahap I segenap peserta sarasehan akan dijadikan 5 (lima) kelompok sesuai dengan jumlah tematik yang akan dijadikan concern dan; (ii) masing-masing kelompok kemudian melakukan eksplorasi dan pengayaan pemikiran sesuai tematik masing-masing. Sesudah masing-masing kelompok menyelesaikan diskusi, kemudian diadakan presentasi hasil kelompok dan selanjutnya dipermanenkan sebagai hasil sarasehan pada hari ini.  
2.   Bapak  Sunaryo. Dalam pengantarnya, beliau memberikan pencerahan tentang orientasi pengembangan koperasi yang antara lain:
a.      Membentuk desa berdikari untuk memajukan Jateng
b.      Membangun praktek budaya politik dimasyarakat indonesia
c.      Menanamkan nilai demokrasi salah satunya yaitu lembaga koperasi
d.      Memfokuskan kepada petani, nelayan, dan pelaku UMKM


C.  Hasil-hasil Sarasehan
1.      Kelompok I. Kelompok I fokus pada isu tematik asas dan dasar koperasi. Setelah melalui diskusi yang cukup seru dan penuh dinamika, kemudian dihasilkan pemikiran-pemikiran sebagai berikut :   
a.      Perubahan pada dunia perkoperasian itu penting, tapi yang tidak boleh ditinggalkan adalah asas pancasila dan nilai dasar yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Asas dan prinsip koperasi yang tercantum pada UU Nomor 25 Tahun 1992 masih relevan (asas).
b.      Perlu ada perubahan asas perlindungan koperasi.
c.      Menetapkan kembali kata-kata koperasi pada UUD Tahun 1945. Untuk itu perlu mengusulkan dan mengkomunikasikan kepada lembaga yang berwewenang untuk men-cantumkan kembali kata-kata koperasi di UUD 1945.
d.      Pentingnya pendidikan perkoperasian bagi generasi muda, sehingga materi perkoperasian perlu dimasukkan pada kurikulum pendidikan. Mengusulkan kepada dinas pendidikan untuk memasukkan materi perkoperasian pada kurikulum pendidikan formal (asas).
e.      Tentang adanya gagasan perubahan logo koperasi, kelompok I memiliki 2 (dua) pendapat. Sebagian  berpendapat perlu  dipertahankan karena logo bukan sekedar gambar biasa tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur (dasar). Sementara itu, sebagian lainnya  berpendapat bahwa logo koperasi perlu ditinjau kembali agar koperasi lebih berkembang ke depan.
f.        Tentang Persyaratan jumlah minimal keanggotaan kopreasi 20 (dua puluh) orang, sebagian menganggap masih relevan (asas) dan sebagian berpendapat jumlah minimal keanggotaan koperasi sebagiknya 50 (lima puluh) orang
g.      Koperasi tetap berada didalam UUD 1945.
2.      Kelompok II. Kelompok II fokus pada isu tematik yang menjadi bahasan adalah Potret dan masalah koperasi. Setelah melalui diskusi yang cukup seru dan penuh dinamika, kemudian dihasilkan pemikiran-pemikiran sebagai berikut :  
a.      Potret positif:
·         kelembagaan sudah sangat baik dan tetap dipertahanankan
·         Koperasi sudah berperan dalam menanggulangi pengangguran
·         Pergerakan koperasi sudah sangat luas
·         Berkontribusi nyata dalam pembangunan
·         Meningkatkan sektor riil.
b.      potret negatif:
·         kesan negatif koperasi saat ini ternyata lebih tinggi dari potret positif yaitu, koperasi masih dilihat sebelah mata oleh masyarakat
·         terkesan sebagai lembaga keuangan yang kurang sehat
·         Beberapa indikator yang mendukung kesimpulan tersebut antara lain sisi pendidikan, kompetensi pengurus dan pengawas yang masih rendah.
·         Pengawasan baik internal maupun eksternal masih lemah.
3.      Kelompok III. Kelompok III fokus pada isu tematik yang menjadi bahasan adalah Peran dan Tantangan Koperasi. Setelah melalui diskusi yang cukup seru dan penuh dinamika, kemudian dihasilkan pemikiran-pemikiran sebagai berikut :
a.      Peran koperasi :
·         Sebagai wadah untuk men-sejahterakan masyarakat dan anggota koperasi
·         Meningkatkan perekonomian secara nasional.
·         Wadah edukasi/pendidikan.
b.      Tantangan koperasi :
·         Generasi koperasi/regenerasi. Persoalan regenerasi masih menjadi persoalan serius karena belum adanya sistem kaderisasi yang tersistematis.
·         Perlu upaya sistematis sehingga masyarakat memandang koperasi sebagai media ekonomi yang menarik dengan ragam tujuan, termasuk dalam hal investasi. 
·         Iklim Persaingan usaha yang sangat ketat.
·         Pengelolaan koperasi belum dikelola secara profesional.
·         Image anggapan generasi muda terhadap usaha koperasi yang kurang baik.
c.      Solusi
·         untuk kedepannya perlu penyelenggaraan pendidikan koperasi di sekolah. Bila perlu, dijadikan sebagai bagian dari kurikulum wajib.  
·         Koperasi harus beradaptasi dengan kemajuan IPTEK sehingga tidak tertinggal di era  seba digital saat ini.
·         Lemahnya aturan hukum terhadap anggota koperasi yang melanggar peraturan
·         Soliditas antar seluruh komponen di dlam koperasi (pengurus, anggota, pengawas, dan pengelola) masih lemah dan kurang kompak
·         Mendorong koperasi memerankan diri sebagai badan usaha dan sekaligs gerakan ekonomi rakyat dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional , media penciptaan lapangan kerja dan wahana perjuangan melawan kemiskinan. .
·         Koperasi sebagai alat perekat persatuan dan kesauan bangsa (peran koperasi)
·         Koperasi perlu menjadi media pemberdayaan bagi anggotanya. Dengan demikian, potensi dan bakat hebat akan berpeluang untuk didorong lebih maju. 
·         Perlu skenario integratif untuk meng-koreksi rendahnya apresiasi dan minat masyarakat terhadap koperasi.
·         Koperasi masih difahami sebagai kumpulan orang-orang yang  memiliki modal.
·         Perlu upaya berkesinambungan agara koperasi tidak dijadikan sebagai pilihan terakhir untuk memenuhi kebutuhannya.
·         Perlu penguatan pengawasan dan pembinaan koperasi oleh pemerintah.
·         Ada kecenderungan masyarakat medirikan koperasi semata-mata mencari fasilitas yang dikucurkan pemerintah dan memperoleh dana murah.
·         Kurangnya pembinaan pendidikan untuk anggota koperasi.
·         Kecenderungan pemilik modal mendirikan koperasi semata-mata mencari keuntungan pribadi.
·         Belum maksimalnya peran koperasi sebagai soko guru perekonomian indonesia.
·         Belum maksimalnya kerjasama antar koperasi (permodalan, merger).
·         Koperasi berorientasikan bisnis melalui diversivikasi keanekaragaman usaha.
·         Koperasi perlu bekerjasama dengan pemerintah mengembangan pariwisata dan pemasaran usaha.
·         Meningkatkan sektor riil yang berkualitas untuk menyaingi produk-produk import sebagai akibat globalisasi.
·         Perlu sistem yang berfungsi sebagai penanggulang terjadinya kemacetan angsuran dari anggota.
·         Perlu adanya kemitraa mutual dengan lembaga-lembaga strategis dalam  hal pendanaan maupun dalam hal pemasaran.
·         Koperasi masih merasakan pajak sebagai beban yang sangat memberatkan. 
4.      Kelompok IV. Kelompok IV fokus pada isu tematik yang menjadi bahasan adalah Penataan dan Penguatan Koperasi. Setelah melalui diskusi yang cukup seru dan penuh dinamika, kemudian dihasilkan pemikiran-pemikiran sebagai berikut :
a.      Penataan. Hal-hal yang perlu ditata adalah :
·         Anggota : minimal 20 orang
·         Kepengurusan : - kober, bener, mau bekerja, jujur ; - SDM menunjang, ulet, kreatif
·         Tatalaksana / management.
·         Anggota aktif berpartisipasi dalam hak dan kewajiban
·         Kepengurusan : - memberikan kesempatan regenerasi ; - memiliki kompetensi tentang perkoperasian ; - perlu ada pembatasan / periodeisasi jabatan kepengurusan.
b.      Perlu dikembangkan :
·         Jatidiri koperasi, prinsip koperasi, dan nilai koperasi (organisasi dan etika) sebagai inspirasi dalam menumbuhkembangkan koperasi.
·         Keanggotaan = minimal 50 (koperasi baru).
·         Pengurus harus profesional.
·         SOM dan SOP yang jelas.
·         Dipandang perlu adanya moratorium KSP.
·         Gerakan koperasi  di sektor riil, yaitu Koperasi produsen, konsumen, pemasaran, dan jasa.
·         Amandemen UUD 1945 pasal 33 memuat kata koperasi.
·         Ketegasan pemerintah dalam membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif (2 kali tidak mengadakan RAT)
·         Pembinaan dan pengawasan koperasi lebih diefektifkan dan ditingkatkan.
·         Kegiatan masyarakat yang menyerupai koperasi diarahkan untuk bergabung dengan koperasi yang sudah berbadan hukum.
c.      Penguatan
·         Keperpihakan pemerintah :
·         Penerbitan BH lebih selektif
·         Kepedulian pemerintah terhadap koperasi dalam PERDA.
·         Kerjasama/kemitraan dengan pihak luar, baik antar koperasi maupun dengan pelaku ekonomi lainnya.
·         Revolusi mental
·         Anggota dan pengurus harus menguasai, mengetahui regulasi koperasi.
·         Diadakan pendidikan tentang koperasi di tingkatan sekolah/madrasah (masuk kurikulum sekolah)
·         Tiap kabupaten/kota/ perlu adanya dinas koperasi sebagai SKPD tersendiri.
·         Yel-yel koperasi se-Indonesia/nasional.
Ø      Hidup koperasi..................HIDUP
Ø      Koperasi............................JAYA
·         Solidaritas
·         Alokasi anggaran dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, untuk penguatan permdalan bergulir koperasi
·         Perlakuan khusus koperasi tentang pajak.
5.      Kelompok V. Kelompok V fokus pada isu tematik yang menjadi bahasan adalah Dukungan dan Kerjasama Pengembangan Koperasi. Setelah melalui diskusi yang cukup seru dan penuh dinamika, kemudian dihasilkan pemikiran-pemikiran sebagai berikut :
·         Regulasi yang berpihak kepada koperasi.
·    Dukungan operasional dari pemerintah untuk pengurus ; pengelola ; pengembangan dan standarisasi IT.
·         Materi koperasi masuk dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat SD.
·         KSP diperluas jenis dan pengembangan usahanya.
·         Penyelenggaraan Diklat perkoperasian berkelanjutan.
·         Pengembangan jaringan koperasi.
·         Dukungan dan advokasi hukum bagi koperasi.
·         Reformasi stigma negatif terhadap pemilik koperasi.
·         Pembebasan pajak bagi koperasi.
·       Koperasi perlu meng-implementasikan jati diri koprasi, baik dalam konteks pembeda nyata dibanding pelaku usaha lainnya, juga sebagai inspirasi pencarian dan pengembangan gagasan.  
·         Pajak :
Ø  Mengususlkan koperasi yang hanya melayani anggota tidak dikenakan pajak penghasilan sedangkan bila juga melayani non anggota dikenakan pajak penghasilan

Ø      Perlu adanya kekhususan bagi koperasi dalam hal pajak.  


Berita terkait : 
 http://www.dekopinda-banyumas.org/2017/05/pemikiran-revolusioner-mengemuka-di.html
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment