PEMIKIRAN REVOLUSIONER MENGEMUKA DI SARASEHAN KOPERASI DEKOPINDA BANYUMAS

PEMIKIRAN REVOLUSIONER MENGEMUKA DI SARASEHAN KOPERASI DEKOPINDA BANYUMAS

A.  Prolog
(Senin, 15 Mei 2017), Dekopinda Se-Eks Karasidenan Banyumas menggelar sarasehan koperasi. Dekopinda Banyumas bertindak selaku tuan rumah dengan memilih tempat RM Red Chilli, di jalan Baturraden KM 6, Desa Pandak, Kec. Baturraden. 

Sarasehan ini merupakan bagian dari rangkaian sarasehan yang digelar Dekopinwil se-Jawa Tengah yang secara teknis penyelenggaraan digelar per karasidenan, yaitu : (i) Karasidenan Banyumas; (ii) Karasidenan Kedu; (iii)  Karasidenan Pekalongan; (iv) Karasidenan Semarang; (v) Karasidenan Surakarta dan; (vi) Karasidenan Pati.  


Dari sisi kepesertaan, sarasehan yang digelar oleh Dekopinda Kab Banyumas ini tergolong sukses dimana Dekopinda Banjarnegara membawa 30 (tiga puluh) delegasi, Dekopinda Purbalingga dengan 10 (sepuluh) delegasi, Dekopinda Cilacap dengan 5 (lima) delegasi dan Dekopinda Banyumas selaku tuan rumah mengambil porsi 60 (enam puluh) peserta. 
 
B.  Sambutan Ketua Dekoponwil Propinsi Jawa Tengah
Dalam sambutan dan arahannya, Bapak Warsono selaku ketua Dekopinwil Propinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasinya  dimana usia peserta sarasehan yang dgelar oleh Kabupatan Banyumas banyak anak mudanya. Hal  ini mendatangkan optimisme tentang masa depan koperasi, khususnya di wilayah eks-Karasidenan Banyumas. Disisi lain, dari aspek kesejarahan dimana koperasi lahir dari kota Purwokerto,   menjadikan sarasehan ini memiliki nilai strategis bagi tumbuhkembangnya semangat meumbuhkembangkan koperasi, khususnya di Kabupaten Banyumas.   Selanjutnya, beliau menyampaikan  bahwa “Bagaimana koperasi ke depan?” menjadi inspirasi pegelaran sarasehan ini di seluruh Jawa Tengah ini. Selanjutnya, resume dari hasil sarasehan akan dijadikan rekomendasi di HUT Koperasi Propinsi Jawa Tengah. Disamping itu, hasil resume dari pegelaran sarasehan-sarasehan di lingkungan Jawa Tengah akan menjadi bahan yang akan di suarakan Dekopinwil Jawa Tengah di Kongres Koperasi III di Makassar nanti.

Kami juga sangat apresiaisi terhadap pemilihan tema “koperasi, berubah atau tak relevan lagi”. Hal ini sangat relevan dengan semangat awal diadakannya sarasehan. Dalam perkembangan koperasi, dipengaruhi oleh 2 (dua) logika, yaitu (i) logika  normatif dan; (ii) logika perkembangan global. PR Besarnya adalah Bagaimana memadukan 2 (dua) logika ini tanpa harus meninggalkan jati diri koperasi. Koperasi harus melakukan rekayasa guna meng-akselerasi. Oleh karena itu, kreasi dan inovasi perlu di galakkan sepanjang tidak melanggar UUD 35.    

C.  Sambutan Kepala Dinas Koperasi UKM Propinsi Jawa Tengah
Saya sangat apresiasi terhadap pegelaran sarasehan Se-eks Karasidenan yang diikuti begitu banyak peserta. Animo besar ini menjadi dasar optimisme tentang masa depan koperasi di lingkungan Propinsi Jawa Tengah, khususnya di wilayah Eks-Karasidenan banyumas. Ibu Ema selaku Kepala Dinas Koperasi UKM Jawa Tengah berharap sarasehan ini bisa menemukan jawaban persoalan koperasi apakah terletak pada persoalan ideologis ataukah pada persoalan teknis. Regenerasi di lingkungan perkoperasian juga menjadi persoalan tersendiri. Hari ini, sepertinya anak-anak muda kurang begitu tertarik melibat dalam gerakan koperasi.  Berkaitan dengan pembinaan koperasi-koperasi di lingkungan Jawa Tengah, Ibu Ema sudah merubah mindset Balatkop dimana pola pendidikan juga melakukan penguatan ideologi yang kemudian menjadi referensi dalam teknis pengelolaan organisasi dan perusahaan koperasi.  Disisi lain, koperasi perlu menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK sehingga tidak tertinggal dalam  hal kualitas layanan.   Dipenghujung sambutannya, beliau mengabarkan bahwa tahun ini kementrian koperasi & UMKM RI akan membubarkan 3760 koperasi di lingkungan jawa tengah. Semoga langkah tegas ini akan semakin meng-efektifkan eksistensi dan pertumbuhan koperasi 

D.  Brainstorming Sarasehan
Sebelum sarasehan dimulai, Fridaus Putra,HC memberikan brain storming kepada seluruh peserta sarasehan. Pemberian materi ini diharapkan akan menjadi inspirasi seluruh peserta dalam merumuskan pemikiran-pemkiran kontrukstif yang ditargetkan meng-akselerasi pertumbuhan dan perkembangan koperasi di lingkungan jawa tengah, kususunya Eks-Karasidenan Banyumas.

Dengan gaya khas anak muda, Firdaus Putra, HC menyampaikan fikiran-fikiran visioner. Semua peserta dibuat terhenyak dan seolah tersetrum oleh semangat dan penjiwaan beliau dalam memperjuangkan koperasi.  Beliau mengungkapkan ragam data tentang realitas jurang ekonomi yang begitu lebar dan bagaimana ekonomi Indonesia hanya dikuasai oleh sedikit orang. Pertanyaannya adalah “dimana peran koperasi?”. Layakkah koperasi
bangga dengan kontribusinya terhadapa PDB yang hanya 1,7%?. Angka ini menggambarkan betapa peran koperasi sangat tidak relevan dan bahkan andai dibumihanguskan tidak akan memberikan dampak signifikan.

Dipenghujung, Firdaus menawarkan 7 (tujuh) pemikiran yang sekiranya layak menjadi bahan masukan bagi govermntment dan sekaligus menjadi bahan kajian yang akan dibawa ke kongres koperasi III di Makassar. Adapun 7 (tujuh) pemikiran tersebut adalah.

  1. Merubah logo. Logo koperasi jauh dari semangat kekinian sehingga diusulkan untuk di ganti. Logo koperasi jangan dipertahankan hanya karena persoalan romantisme, tetapi harus berfikir visioner untuk kehidupan koperasi 100 tahun mendatang.
  2. Mekarkan koperasi sektor riil. Saat ini yang menjamur adalah KSP/USP dan kebanyakan terjebak pada praktek rentenir. Smeentara itu, koperasi sangat lemah di sektor riil.
  3. Koperasi generasi baru. Rintis koperasi pekerja sebagai koperasi generasi muda. Dorong para wirausahwan dalam kelembagaan koperasi pekerja daripada PT/CV. Advokasi UU Perkoperasian yang baru agar mengatur keberadaan koperasi pekerja.
  4. Koperasi harus fight dan bukan survive. Koperasi harus fight dalam pasar terbuka dan bukan hanya berorientasi pada konsep survive. Koperasi harus penuhi skala eknomi dengan lakukan amalgamasi dan membuka keanggotaan. Likuidasi koperasi-koperasi kecil, beri timeline 3-5 tahun untuk amalgamasi.  Data menunjukkan, Jumlah anggota koperasi 37 juta (2016) dibagi 2019 ribu BH, rata-rata 180 Anggota/koperasi.
  5. Kuota anak muda. Untuk kepentingan Regenerasi SDM, Koperasi perlu buat kebijakan kuota khususu untuk anak muda dan atau perempuan dalam kepengurusan. Dengan demikian, semangat koperasi terus terbarukan dan tata kelola pun bernuansa kekinian.
  6. Kota koperasi. Bangun roadmap koperasi di kabupaten lain. Bangun narasi dan mimpi besar untuk menggerakkan lintas sektor. Kota koperasi masa depan tak harus purwokerto, tasikmalaya atau padang, tapi kota manapun dimana terdapat koperasi yang bagus dan berdampak nyata bagi kehidupan perekenomian masyarakat.
  7. Revolusi mental orang koperasi. Rubah struktur hanya efektif 20%, Rubah budaya 60% yang berawal dari mentalitas. Koperasi harus tegas bukan sebagai aktivitas soaial, samben    

Jalannya Sarasehan
Sarasehan ini difasilitasi langsung oleh 2 (dua) staff ahli Gubernur Jawa Tengah, yaitu Pak Naryo dan Pak...... Sarasehan ini menggunakan 2 (dua) tahap, dimana langkah pertama kelompok dibagi 5 (lima) sesuai dengan jumlah thema yang diangkat dan tahap kedua adalah pleno untuk mengambil kesimpulan.

Ada 5 (lima) isu tematik yang dijadikan bahasan masing-masing kelompok, yaitu :
  1. Asas dan dasar koperasi
  2. Potret dan maslah koperasi
  3. Peran dan tantangan koperasi
  4. Penataan dan penguatan koperasi
  5. Dukungan dan kerjasama pengembangan koperasi




Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments: