MEN-SOAL “EKONOMI PANCASILA”

MEN-SOAL “EKONOMI PANCASILA”

A.  Prolog
Hari ini, Pimpinan Dekopinda Kabupaten Banyumas mengikuti satu seminar yang lagi banyak di bicarakan orang, yaitu “Ekonomi Pancasila”. Isu “Ekonomi Pancasila” ini menjadi begitu hot ditengah dominasi ekonomi kapitalis yang sentralistik dan mengakibatkan kendali ekonomi hanya pada sekelompok orang saja.

Seminar digelar di Kampus FEB Universitas Jenderal Soedirman, tepatnya di hari Jumat, 22 September 2017. Bertindak sebagai narasumber, Bapak DR (hc). Drs Subijakto Tjakrawerdaya, Ketua Yayasan Damandiri
dan juga pernah menjabat Mentri Koperasi dan UKM RI di era-90 an. Hadir pada acara ini segenap civitas akademika FEB Unsoed, praktisi dan beberapa unsur organisasi berbasis ekonomi dan kerakyatan, seperti Dekopinda Kab. Banyumas, Kopkun Institute dan lain sebagainya.    

DR. Suryanto,MM, Dekan FEB Unsoed dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa tema system ekonomi pancasila sedang ramai dibicarakan sesudah begitu lama diabaikan. Awalnya saya berfikir system ekonomi
Pancasila adalah garis tengah antara ekonomi kapitalis dan sosialis, ternyata sesudah membaca buku karya DR. Subijakto, ternyata ekonomi Pancasila memiliki system dan ciri tersendiri. Pelaku ekonomi dalam system ekonomi pancasila adalah  BUMN, Koperasi dan Swasta. Dalam hal ini, koperasi memegang peran yang penting disini. Bicara Koperasi, kota Purwokerto merupakan tempat kelahiran koperasi di Indonesia. Sebagai Dekan, beliau menyampaikan bahwa SEP (Studi Ekonomi Pancasila) yang ada di FEB Unsoed Fokus pada koperasi.

Seminar ini di moderatori oleh Ibu Siti Zulaikha,M.Si, seorang Dosen FEB Unsoed. Dalam prolognya menyampaikan bahwa saat ini tampaknya banyak persoalan ekonomi bangsa yang memerlukan solusi. Oleh karena itu, Sistem Ekonomi Pancasila menarik untuk dibahas sebagai solusi terbaik untuk membangun ekonomi bangsa.


B.  Resume Presesntasi DR (HC) Drs. Subijakto Tjakrawerdaja
Dalam presentasinya, Bapak Subijakto memiliki keinginan kuat untuk mengikuti perkembangan kajian dan implementasi ekonomi pancasila. Dalam kapasitas praktisi, beliau ters mengikuti pemikiran ekonom-ekonom ternama di negeri ini, yaitu Pak Mubiyarto, Pak Emil Salim, Pak Dhawam, Pak Edi Swasono, Pak Budiono dan lain sebaginya. Setelah pensiun, beliau mengajak Dosen Universitas Trilogi untuk mengkonsep system ekonomi Pancasila.Inti Ekonomi Pancasila adalah ekonomi berkeadilan yang didalanya ada pemerataan. Semuanya harus diputuskan rakyat dengan mufakat, inilah arti kedaulatan rakyat. Hal ini tidak saja dalam hal politik melainkan juga dalam sisi ekonomi. Hal ini juga me-referensi pada pemikiran Bung Hatta.  Bung Karno pernah mengatakan, hakekat keberadaan pancasila sesungguhnya dilandasi oleh nilai-nilai hidup bangsa Indonesia sendiri, bukan dari bangsa lain dan  bukan pula hasil pemikiran beberapa orang saja.  
Dengan landasan filsafat etnik nusantara tersebut, maka hakekat manusia Pancasila sesuai dengan hukum adat adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. Manusia merupakan bagian dari kelompok dan baru mempunyai arti  jika ia bersama-sama dalam kelompoknya.  Dari cara pandang hakekat manusia Pancasila, kemudian lahirlah faham kekeluargaan sebagai esensi dasar kehidupan menasia Indonesia dalam bermasyarakat dan bernegara.  Mereferensi pada pemikiran Abdul Kadir Besar, ciri-ciri negara kekeluargaan, antara lain; (i) Antara negara dan rakyat terjalin oleh relasi saling tergantung; (2) Anggota masyarakat memandang negara sebagai dirinya sendiri. Intinya, kekhasannya adalah kekuasaan tertinggi ada pada MPR dan presiden berposisi sebagai penerima delegasi/mandat.  Satu hal yang menjadi catatan penting, dalam ekonomi pancasila, tidak ada lagi hak perorangan, tetapi adanya hak warga Negara; (3) dan lain sebagainya. 

Beberapa prinsip demokrasi pancasila dijelaskan sebagai berikut:
  1. Kerakyatan. Pengaturan pemerintah dan ekonomi semuanya harus mufakat
  2. Kematraan. Penyelenggaraan ekonomi harus bersama-sama dengan penyelenggaraan demokrasi politik.
 
Sistem ekonomi pancasila adalah suatu tata ekonomi yang disusun  sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Prinsip, setiap warga negara punya pekerjaan produktif dan penghidupan yang layak. 

Ciri-ciri  pokok SEP (Sistem Ekonomi Pancasila) dijelaskan:
  1. Pengaturan Negara dibidang ekonomi yang diputuskan oleh seluruh rakyat secara mufakat
  2. Pasar yang berkeadilan. Pasar yang berbasis pola kemitraan yangs etara antar pelaku ekonomi.
  3. sinergi2 kelembagaan akan  mendorong terjadinya pertumbuhan yang  merata.

Jadi, dalam SEP, rakyatlah yang mengatur ekonomi melalui MPR.   Pertumbuhan dan pemerataan tidak  boleh saling meniadakan (trade off). Jadi, dalam SEP; (i) Sistem Ekonomi Pancasila bertujuan untuk kemakmuran bersama seluruh rakyat; (ii)  Pada SEP dipastikan adanya partisipasi total dari seluruh rakyat dalam pembangunan ekonomi; (iii) Juga didalamnya ada perencanaan ekonomi nasional; (iv) dan negara mempunyai peran sangat strategis; (v) menggunakan institusi pasar yang berkeadilan; (vi) Koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat; (vii) Perusahaan Negara (BUMN) sebagai soko guru dalam kegiatan2 ekonomi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak; (viii) Perusahaan swasta berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pemerataan kesempatan kerja dan; (ix) perlindungan social bagi rakyat yang tidka memiliki dan atau kehilangan pekerjaan.

Arsitektur ekonomi  idelanya mewujud dalam koperasi. Adapaun bentuk dan tatanan ekonomi rakyat berbasis koperasi secara ringkas dijelaskan berikut ini:
a. Visi: mencapai suatu system perkoperasian yang sehat, kuat dan efisien guna mempercepat terwujudnya koperasi sebagai soko guru ejonomi rakyat dalam memperkukuh struktur peekonomian nasional
b.     Untuk itu, perlu daya dukung pada koperasi sebagaimana berikut ini:
1.      Lembaga jasa audit eksternal koperasi
2.      Lembaga pendidikan dan pekatina koperasi
3.      Lembaga trading house koperasi
4.      Bank umum koperasi
5.      Lembaga penjamin kredit koperasi.
6.      Trading house dan bank koperasi

Dipenghujung, beliau menyampaikan bahwa ini buku ini merupakan pemikiran awal yang diharapkan bias menjadi pemantik dalam pembahasan dan pengkajian lebih dalam sehingga menghasilkan kesempurnaan.


C.  Penghujung

Resume atas presentasi beliau disadur secara live, sehingga sangat memungkinkan ada baian yang terlewat dalam me-record. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk membaca buku asli tentang Sistem Ekonomi Pancasila yang disusun oleh Sang Nara Sumber, Dr (hc) Drs. Subijato Tjakrawerdaja. 
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment