10 KUD DI LINGKUNGAN KAB BLORA MENG-AGENDAKAN “KOPERASI PERUBAHAN”

10 KUD DI LINGKUNGAN KAB BLORA MENG-AGENDAKAN 
“KOPERASI PERUBAHAN”

10 KUD di lingkungan Kabupaten Blora mulai bergerak meng-agendakan “Koperasi Perubahan”. Hal ini sebagai respon atas realitas dan kekinian zaman yang menuntut adanya penyesuaian yang cerdas. Jika tidak, maka KUD berpotensi gulung tukar alias tinggal papan nama saja. Untuk agenda besar itu, mereka mulai dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan. 

Masing-masing KUD mengirim 3 (tiga) orang, yaitu 1 (satu) dari Unsur Pengurus, 1 (satu) dari Unsur Pengawas dan 1 (satu) dari Unsur Karuawan. Pelatihan ini disemangati dari satu agenda serupa yang di gelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Prop. Jawa Tengah beberapa waktu lalu di lokawisata Baturraden, Purwokerto, Kab. Banyumas. Saat itu, diantara peserta Diklat “Koperasi Perubahan” termantik semangatnya dan kemudian menyarankan kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Blora menggelar agenda serupa yang melibatkan KUD-KUD di Kab. Blora, Prop. Jawa Tengah. 

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kab. Blora menggandeng Kopkun Institute dari Purwokerto yang kebetulan adalah penggas pertama kali tentang “Koperasi Perubahan”.  Untuk men-sukseskan pelatihan ini, KI mengirim 5 (lima) delegasinya, yaitu Firdaus Putera (selaku Direktur KI), Sarwono, Vladi Avif, Angjar dan Muhammad Arsad Dalimunte Penasehat KI yang juga kebetukan Ketua Dekopinda Kab. Banyumas. 

Bapak Suprapto, selaku ketua pelaksana kegiatan yang kesehariannya menjabat Kabid  Koperasi  Dinperkop dan UMKM  Kab. Blora, menyampaikan beberapa hal berikut ini :

  1. Pegelaran Diklat ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas koperasi mulai dari tahap perencanaan maupun pelaksanaan. 
  2. Pegelaran Diklat ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas pengelolaan dan membangun kemampuan koperasi untuk beradaptasi dengan perubahan yang samakin banyak tantangannya. 
  3. Diklat ini di gelar selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 24-25 Oktober 2017, dengan jumlah peserta 30 orang yang berada dari 10 (sepuluh) KUD 


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kab Blora, Bapak Ir. Maskur, MM menyampaikan beberapa arahan dalam sambutannya:

  1. Kegiatan ini dimaksudkan mendorong peningkatan kemampuan koperasi dalam mengelola 
  2. Pegelaran diklat ini juga sebagai wujud apresiasi atas semangat gerakan koperasi  meningkatkan kapasitas kelembagaan dan usaha koperasi.
  3. Sebagai satu catatan yang memerlukan perhatian, hari ini mayoritas KUD masih kesulitan untuk berkembang, khususnya  pasca  pergantian  era dimana ragam fasilitas sudah dicabut dan ironisnya banyak KUD tidak siap untuk bersaing bebas. 
  4. Beberapa fasilitasi yang coba digelontorkan oleh pemerintah era ini kurang optimal dalam pemanfaatannya.. 
  5. Dalam sejarahnya, salah satu KUD di Kab. Blora pernah mengalami kejayaan saat berkesempatan mengelola  sumur tua yang menghasilkan minyak mentah. Namun, kejayaan ini tidak berlangsung lama seiring dengan turunnya harga minyak mentah. 
  6. Dikekinian zaman dengan segala dinamikanya , revitaslisasi KUD menjadi sebuah keharusan mutlak jika ingin tetap eksis, tumbuh dan berkembang.  KUD harus bisa berdiri diatas kemandirian kolektifnya. 
  7. Saat ini, pemerintah menguculkan kredit ultra mikro sebagai pendamping Program KUR yang sudah diluncurkan lebih dulu. Dalam pengelolaannya, Kredit Ultra ditangani oleh PIP (Pusat Investasi Pemerintah) yang bekerja dibawah Kementrian Keuangan. Bunga Kredit Ultra mikro sebesar 9% dan diperuntukkan bagi petani dengan plafond maksimal sebesar Rp10 juta. Institusi lain yang mengelola Kredit Ultra Mikro ini antara lain Pegadaian, PNPM,  bahana ventura dan  koperasi2 mitra bahana ventura. Hal ini melengkapi fasilitasi LPDB (Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir) yang pengelolaannya dibawah Kemenkop RI. Semua ini dimaksudkan pemerintah untuk meng-akselerasi tumbuhkembang pelaku UMKM dan koperasi.  
  8. KUD-KUD harus bangkit. Untuk itu KUD harus tampil dengan semangat terbarukan sehingga menghasilkan kemanfaatan yang lebih luas kepada anggota dan juga masyarakat. Untuk itu, diklat ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh segenap peserta. 
  9. Berharap Diklat ini ada keberlanjutannya sehingga auara perubahan terus berproses dan berpengaruh significant dalam peningkatan kapasitas pengelolaan organisasi, kelembagaan dan perusahaan koperasi.  


Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment