MEM-BINCANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN

MOBILISASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI)
SEBAGAI PEMICU LOMPATAN PRODUKTIVITAS KOPERASI


A. Pendahuluan
Sebagai organisasi yang senantiasa mengusung keterbukaan dan transparansi, koperasi sesungguhnya sudah memiliki sistem pengendalian internal (SPI) yang melekat sejak kelahirannya. Apalagi, secara operasional “keterbukaan dan transparansi” merupakan sumber lahirnya “kepercayaan” kolektif dan selanjutnya menjadi “inspirasi” bagi segenap unsur mengembangkan partisipasinya demi tumbuhkembangnya  kebermanfaatan dalam arti seluas-luasnya. Hal ini berbeda dengan perusahaan non-koperasi, dimana sistem pegendalian intern (SPI) biasanya mulai disusun kala  perusahaan  tumbuh dan berkembang pada skala tertentu sehingga menuntut pelibatan orang lain (baca: manajemen/karyawan)  dalam jalannya perusahaan. Dengan demikian, perusahaan  berjalan aman dan beroperasi secara berkesinambungan menuju visinya. Namun demikian, dalam konteks tujuan SPI tersusun , tidak ada perbedaan antara koperasi maupun non-koperasi. Pada koperasi dimana sangat tergantung pada  kepercayaan dari segenap unsur oganisasinya, maka keberadaan SPI menjadi mutlak diperlukan keberadaannya. Jika tidak, maka koperasi akan sulit berkembang karena tidak mampu mewujudkan transparansi pengelolaanya. Namun demikian, hal ini tidak berlaku  pada koperasi-koperasi papan nama dimana legalitas koperasi dimobilisasi untuk pembenar operasional dan atau kepentingan segelintir orang dalam memobilisasi SHU. Pada koperasi semacam ini, penyusunan SPI cenderung fokus pada pengamanan asset  materil dan abai dengan filosopi koperasi sebagai ruang juang melakukan pencerdasan dan pemberdayaan anggota. Artinya, pada titik itu tidak terlihat perbedaan mendasar antara koperasi dan non koperasi dalam hal alasan mendasar disusunnya SPI. 

B. Beberapa Defenisi Tentang SPI (Sistem Pengendalian Internal)
Sebelum lebih jauh membahas tentang SPI, berikut dijelaskan beberapa defenisi SPI, antara lain :
1. Romney dan Steinbart (2009:229) mendefenisikan bahwa  “Pengendalian Internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.”
2. The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission  ( COSO) mendefenisikan : pengendalian internal merupakan sistem, struktur atau proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, manajemen dan karyawan dalam perusahaan yang bertujuan untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan pengendalian tersebut dicapai, meliputi efektifitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dapat tercapai.
3.  Arens dan Loebbecke mendefenisikan : ; Sebuah sistem pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan prosedur dirancang untuk memberikan manajemen keyakinan yang memadai bahwa perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran itu.
4. Menurut PP 60 tahun 2008  tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, SPI adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

C.Tujuan SPI
Mereferensi beberapa defenisi tersebut, maka tujuan SPI dapat di simpulkan sebagai berikut : 
1.     Untuk menjaga asset (kekayaan) perusahaan koperasi.
2.     Menghadirkan informasi akurat dan handal dari jalannya perusahaan.
3.     Membentuk efisiensi jalannya organisasi.
4.     Kesesuaian jalannya perusahaan dengan berbagai peraturan dan kebijakan yang berlaku, baik berlaku secara umum di lingkungan koperasi maupun secara khusus di internal koperasi.    

D. Peranan SPI
Sebagai sebuah sistem pengendalian, SPI memiliki peranan penting sebagai berikut : 
  1. Pengendalian untuk kepentingan pencegahan (preventive control). Pada titik ini SPI berperan sebagai pencegah terjadinya hal-hal yang menyebabkan organisasi dan perusahaan berjalan tidak sesuai dengan tujuannya.
  2. Pengendalian untuk pemeriksaan (detective control). Pada titik  ini, SPI sebagai alat untuk mendeteksi persoalan-persoalan yang terjadi.
  3. Pengendalian untuk koreksi (correvtive control). Pada titik ini SPI berfungsi sebagai alat untuk  mengoreksi kekeliruan-kekeliruan yang terjadi dalam proses jalannya organisasi dan perusahaan 

3 (tiga) peranan penting SPI ini menjadikan SPI adalah sebuah kebutuhan yang akan menyebabkan organisasi bisa berjalan efektif dalam  mewujudkan  tujuan-tujuan yang didefenisikan.

E. Unsur Pokok SPI
Untuk mencapai tujuan keberadaannya, SPI sebagai sebuah sistem pengendalian harus memiliki unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Adanya struktur yang memisahkan secara tegas tentang fungsi dan tanggungjawab masing-masing unsur organisasi. Dalam hal ini, struktur harus membagi tugas habis secara keseluruhan kepada seluruh unsur struktur dengan garis demarkasi yang tegas dan jelas.
  2. Tersedianya karyawan yang cakap dalam arti kapasitasnya memiliki kemampuan mengemban apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Hal ini tentu diawali dari proses rekruitmen, dilanjutkan dengan penempatan dan juga pembinaan.
  3. Sistem kewenangan dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan kuat terhada kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya yang muncul dalam pengelolaan koperasi, seperti : (i) prosedur pencatatan piutang; (ii) prosedur pencatatan aktiva; (iii) prosedur pencatatan persediaan; (iv) dan lain sebagainya
  4. Adanya praktek yang sehat. Dengan demikian SPI akan bisa berfungsi sebagaimana tujuan penyusunannya, seperti : (i) setiap transaksi tidak dilakukan satu orang dari awal sampai akhir; (ii) pengecekan ksesuaian bukti fisik  dan catatan; (iii) pengambilan cuti sesuai hak karyawan; (iv) formulir bernomor urut; (v) dan lain sebagainya.

F. Mobilisasi SPI Sebagai Pemicu Produktivitas
Disamping untuk memastikan bahwa organisasi dan perusahaan berjalan sesuai koridor, SPI juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan efisiensi melalui efektivitas pemanfaatan segala sumber daya.  Pilihan-pilihan langkah sebagai reaksi atas dinamika keseharian harus terakomodir di  dalam konsep   SPI. Pada titik inilah fungsi pengamanan  tidak menutup fungsi kreativitas yang merupakan tulang punggung dari jalannya roda organisasi dan perusahaan koperasi. Oleh karena itu, dalam mengkonsep SPI hendaklah memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Filosopi Organisasi. Koperasi adalah salah satu pelaku usaha disamping ada BUMN dan swasta (CV,PT danlain sebagainya) . Namun demikian, Koperasi memiliki keunikan yang khas tanpa membatasi perannya sebagai pelaku usaha. Koperasi adalah kumpulan orang untuk tujuan memenuhi aspirasi dan kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya anggotanya. Untuk tujuan itu, kemudian koperasi menyelenggarakan perusahaan yang mereka miliki secara bersama-sama dan mereka kendalikan secara demokratis. Ada 3 (tiga ) catatan penting dari pengertian dasar koperasi tersebut, yaitu;
a.  koperasi adalah kumpulan orang dan fokusnya adalah membangun orang melalui pendidikan berkelanjutan yang di format dalam pola variatif dan adaptif terhadap dinamika kehidupan anggotanya dan;
b. perusahaan adalah alat/media pemenuhan aspirasi dan kebutuhan anggota. Jadi, perusahaan dalam koperasi  bukanlah tujuan, tetapi kelahiran dan tumbuhkembangnya perusahaan di inspirasi oleh  peningkatan kecerdasan dan kesadaran  anggotanya sebagai hasil langsung dari pendidikan yang diselenggarakan koperasi dan;
c.  Ragam jenis aktivitas perusahaan koperasi menganut pada azas subsidiary, dimana apa-apa yang bisa dikerjakan oleh anggota maka sebaiknya tidak dikerjakan koperasi . Sebaliknya, apa-apa yang tidak bisa dikerjakan oleh anggotanya , maka itulah yang dikerjakan koperasi. Nalar inilah yang kemudian mmposisikan perusahaan koperasi harus menjadi mesin penjawab dari dinamika aspirasi dan kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya anggota. 
  1. Roh Pengelolaan Perusahaan Koperasi. Perusahaan koperasi memiliki beberapa keunikan yang kemudian menjadi ciri khas dari perusahaan koperasi. Pengelolaan secara demokratis telah menjadikan aspirasi anggota sebagai referensi dalam mengelola usaha koperasi. Oleh karena itu, untuk menghasilkan SPI yang sinkron, maka  koperasi perlu merumuskan roh pengelolaan perusahaan koperasi. Roh pengelolaan koperasi merupakan inspirasi dalam merumuskan langkah-langkah teknis pengelolaan. Sebagai referensi, ada 2 (dua) mazhab pengelolan koperasi, yaitu :
a.  Mazhab genuine, yaitu mazhab pengelolaan yang menekankan fokus pada kemanfaatan.  
b.  Mashab Hybrid, yaitu mazhab pengelolaan yang fokus pada pertumbuhan SHU (Sisa Hasil Usaha).

Untuk  memudahkan pemahaman,  berikut ini diberikan illustrasi sebagai berikut :
a. Ketika roh keberadaan unit layanan simpan pinjam dimaksudkan mendorong produktivitas anggota dan menghindarkan anggota dari perilaku konsumtif, maka priorotas pinjaman diberikan pada anggota yang diperuntukannya adalah untuk kepentingan produktif seperti membangun dan mengembangkan usaha anggota. Disamping itu, pinjaman untuk kepentingan produktif juga menyebabkan kebijakan tingkat jasa yang lebih murah. Disisi lain, untuk menghindarkan anggota terjebak dalam konsumerisme, maka pinjaman untuk hal-hal konsumtif diberikan tingkat jasa yang lebih tinggi.
b.  Ketika roh keberadaan unit toko swalayan koperasi adalah untuk menyediakan kebutuhan anggota dengan harga lebih murah dan juga sebagai media pajang bagi usaha-usaha produktif anggota. Atas roh ini, maka bukan tidak mungkin kemudian atas setiap transaksi anggota berlaku  sistem harga pokok dan koperasi hanya mengenakan margin kepada non- anggota. Demikian juga,  saat ada dua pemasok barang yang sama dimana satu berstatus anggota dan satu lagi bukan anggota, maka roh pengelolaan swalan menggiring pilihan kepada pemasok yang berstatus sebagai anggota.    
  1. realitas dan  respon terhadap perubahan. Dalam tinjauan praktek, aplikasi sistem ideal selalu men-syaratkan kondisi atau skala tertentu. Oleh karena itu, perumusan konsep SPI harus memperhatikan luas aktivitas, realitas, capaian dan kondisi yang ingin dituju organisasi. Dalam beberapa kasus lapangan, beberapa koperasi terjebak pada pilihan perfect dalam membangun sebuah sistem, tetapi justru terjebak  in-efisiensi dan membebankan perusahaan koperasi secara terus menerus. Oleh karena itu, SPI yang disusun harus mengandung unsur fleksibel dalam arti; (i) tidak menafikkan fungsi pengamanan asset dan; (ii) respon terhadap dinamika dalam arti selalu melakukan penyesuaian dan pengembangan sistem secara bertahap dan berkesinambungan.      
  2. Perkembangan regulasi.  SPI tidak boleh berseberangan dengan  regulasi yang berhubungan dengan koperasi, baik secara organisasi maupun secara perusahaan. Oleh karena itu, koperasi harus bisa mengikuti perkembaangan regulasi secara intensif sehingga tidak masuk dalam kategori “melanggar”.     
  3. Pola Pengembangan SDM. Salah satu unsur SPI adalah ketersediaan SDM yang cakap. SPI yang berkembang diinspirasi oleh kembangan capaian dan hal inipun menuntut adanya pengembangan di sisi kapasitas SDM. Fakta lapangan menunjukkan, banyak koperasi yang kurang concern dalam mengembangkan SDM-nya (baca : manajemen dan karyawan). Ironisnya, hal ini hampir berbanding lurus dengan capain koperasi yang tergolong biasa-biasa saja dan bahkan tidak jarang terkedan tidak bernilai masa depan.  
  4. Dan lain sebagainya

G. Penutup
SPI adalah satu sistem  yang harus tersusun dan teraplikasikan dalam keseharian setiap koperasi. Konsep SPI harus menyesuaikan dengan kondisi masing-masing koperasi tanpa mengurangi substansi dari tujuan SPI dalam mengamankan asset koperasi. Disamping itu, SPI juga seharusnya didorong sebagai alat membentuk efisiensi dan efektivitas  yang berujung dengan produktivitas kebermanfaatan koperasi, khususnya kepada seluruh anggota.


Untuk itu, selayaknya gerakan koperasi berpandangan  SPI  adalah sebuah kebutuhan dan sekaligus alat mewujudkan koperasi yang sehat dan bisa terus tumbuh kembang.  Koperasi yang sehat dan terus tumbuh adalah koperasi yang tidak hanya mampu membangun perusahaan menjadi besar, tetapi di dalamnya ada semangat anggota yang memiliki kesadaran untuk mengembangkan partisipasi positif, baik dalam konteks menolong dirinya sendiri maupun ikut  aktif membangunan  perusahaan  koperasi  dalam rangka  menciptakan perluasan kebermanfaatan kepada segenap anggota dan juga masyarakat.  Untuk itu, SPI  juga  harus difungsikan sebagai alat  me-memotivasi semua pihak dalam menjaga dan menumbuhkan rasa “saling  percaya” yang merupakan modal terbesar koperasi agar bisa terus tumbuh dan berkembang . 




Referensi :

  1. http://www.academia.edu/7252562/RESUME_SISTEM_PENGENDALIAN_INTERNAL
  2. http://www.academia.edu/7688446/Peranan_Sistem_Pengendalian_Intern
  3. www.arsadcorner.com
  4. www.dekopinda.banyumas.org

SLIDE PRESENTASI 


Sumber Gambar
dari hasil "gogle searching"

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG PALING MISKIN DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA ISTRI DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN DAN 10 TAHUN ITU KAMI TIDAK PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN TULANG BERSAMA SUAMI SAYA UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA SAYA..AKHIRNYA AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMALYANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASA AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG MEMBERIKAN NOMOR AKI ALIH,,SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI AKI ALIH DAN AKHIRNYA AKI ALIH MEMBERIKAN ANGKA GHOIBNYA DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI SAYA SANGAT BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA TERIMAH KASIH SAYA KEPADA AKI ALIH SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN AKI ALIH …BAGI ANDA YANG INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI AKI ALIH DI NO HP/WHATSAPP 082==313==669==888
    KLIK BOCORAN ANGKA GAIB 2D 3D 4D 5D 6D Sekian lama saya bermain togel baru kali ini saya
    benar-benar merasakan yang namanya kemenangan 4D dan alhamdulillah saya dpat Rp 150 juta dan semuaini
    berkat bantuan angka dari AKI ALIH]
    karena cuma Beliaulah ang memberikan angka
    goibnya yg di jamin 100% tembus awal saya
    bergabung hanya memasang 100 ribu karna
    saya ngak terlalu percaya ternyatah benar-benar
    tembus dan kini saya ngak ragu-ragu lagi untuk smemasang
    angkanya,,,,buat anda yg butuh angka yang dijamin tembus
    hubungi AKI ALIH] DI NO HP/WHATSAPP 082==313==669==888
    insya allah beliu akan menbatu kesusahan
    anda apalagi kalau anda terlilit hutang trima kasih.





























    ReplyDelete