MENG-AKSELERASI TUMBUHKEMBANG UMKM MELALUI KEMITRAAN STRATEGIS


“OLEH-OLEH DARI PEGELARAN BUSINESS MEETING”

DPMPTSP Prov Jateng menggelar satu agenda bertajuk “Business Meeting”. Agenda ini dalam rangka pembinaan peminatan penanaman modal Se-eks Bakorwil III Banyumas. Business Meeting ini digelar Hari Kamis, 26 April 2018 dengan mengambil tempat di meeting room Arjuna Hotel Javaheritage, Purwokerto. Hadir diacara ini Delegasi DPMPTSP masing-masing Pemkab di lingkungan Eks Bakorwil III Banyumas, Para Pelaku UMKM yang juga mewakili masing-masing wilayah eks Bakorwil III Banyumas, Beberapa instansi terkait lainnya seperti Bappeda Litbang Kab. Banyumas & juga beberapa pewarta.

Untuk men-sukseskan agenda ini, DPMPTSP Prov Jateng meghadirkan 5 (lima) calon partner strategis dari kalangan pelaku usaha besar yang juga bertindak sebagai nara sumber, yaitu;1. Bapak Kristanto dari DPMPTSP Kab. Banyumas; 2. Bapak DR. H.Restyarto Efiawan,MM dari PT Mohas Resty Kolaka;3. Ibu Lili Santoso dari PT.Batik Jayakarta;4. Bapak Joko dari PT. Transmart dan 5. Bapak Yossiady selaku pakar dan penggerak Desa Wisata Indonesia. Sementara itu, M.Arsad Dalimunte dari Kadin Banyumas bertindak sebagai moderator di sesi presentasi kelima nara sumber tersebut.

Dalam sambutannya, Ibu Linda mewakili DPMPTSP Prov Jateng menyampaikan bahwa 
agenda ini merupakan salah satu upaya Pemrov jawa Tengah untuk meng-akselerasi tumbuhkembang pelaku UMKM. Hal ini juga sebagai bentuk perlindungan dan perluasan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk bisa lebih maju melalui kemitraan yang saling mendukung dan menguntungkan semua pihak.

Secara ringkat, berikut ini dijelaskan tentang inti materi yang disampaikan oleh masing-masing narasumber :
  • Bapak Kristanto memulai presentasinya dengan menyajikan peta realitas Kab Banyumas berikut peluang-peluang investasi yang ditawarkan kepada para investor, antara lain proyek kereta gantung, proyek menara, potensi peternakan & perikanan dan tidak ketinggalan tentang potensi gula kelapa. Beliau juga sempat menyampai beberapa kendala umum UMKM yang antara lain; kurang proaktif dan cenderung menunggu konsumen datang, kesulitan dalam akses pasar, keterbatasan SDM, stadarisasi produk lemah dan potensi hilangnya kepercayaan pasar karena kekurang mampuanpelau UMKM dalam memenuhi ekspektasi market.
  • Bung Yossi yang mendapat kesempatan kedua memulai presentasinya dengan mengajak seluruh peserta untuk berdiri dan kemudian menyanyikan lagu “desaku” secara bersama-sama. Beliau menyampaikan beberapa kunci dalam membangun obyek wisata antara lain tentang pentingnya menyambut pengunjung dengan baik, strategi membuat mereka kerasan dan mendorong pengunjung untuk kembali lagi dilain waktu. Beliau juga menjelaskan tentang 5 (lima) hal penting dalam meramu sebuah obyek wisata, yaitu;  apa yang bisa dilihat; apa yang harus dilakukan; apa yang bisa dirasakan; apa yang bisa dibeli dan; apa yang bisa diingat oleh pengunjung. 5 (lima) hal penting bisa menjadi inspirasi dalam mengembangkan ragam gagasan yang intinya berorientasi pada kepuasan tamu yang datang berkunjung.
  • Bapak Dr. Restyarto Efiawan membincang tentang gula kelapa. Tokoh satu ini punya komitmen tinggi untuk mendorong Indonesia menjadi pemasok gula kelapa nomor 1 (satu) di dunia. Dalam konsepnya, beliau ingin mendorong gula kelapa lewat pola pemberdayaan berbasis koperasi. Beliau juga menyajikan “rancang bangun pabrik gula kelapa” yang ditargetkan akan memberi peluang berkembang seluas-luasnya kepada para pengrajin gula kelapa. Beliau juga membawa 3 (tiga) kembangan produk kreatif berbasis kelapa yang pangsa pasarnya begitu luas. Artinya, beliau membuka wawasan para peserta bahwa kembangan gula kelapa sangat banyak dan hal ini menjadi potensi nilai tambah yang akan lebih memakmurkan para pengrajin gula kelapa. Konsep ini akan menjadi “harapan baru” bagi para pengrajin gula kelapa.  
  • Pak Joko mewakil PT Transmart menyampaikan komitmen dan keberpihakan Carefour terhadap pelaku UMKM. Beliau menampilkan beberapa testimoni dimana para pelaku UMKM diberi space khusus agar bisa memasrkan produknya di jaringan carefour seluruh Indonesia. Beliau juga menyampaikan keterbukaan PT Transmart untuk bermitra dengan para pelaku UMKM.  
  • Bu Lili dalam presentasi singkatnya mengatakan bahwa perusahaannya siap bermitra pada segenap pelaku UMKM, khususnya di lingkungan Jawa Tengah.


Usai sesi presentasi dan tanya jawab dengan kelima narasumber, kemudian dilanjutkan dengan agenda “one on one meeting”. Dalam session ini, para peserta dikelompokkan menjadi lima berdasarkan kesesuaian bidang usaha yang dijalankan dan atau ketertarikan terhadap salah satu nara sumber yang juga merupakan calon partner bagi para pelaku UMKM.   Disamping sebagai media untuk lebih mengenal satu sama lain, juga dimaksudkan untuk  mendiskusikan hal-hal yang mungkin dikerjasamakan diantara UMKM dan para pelaku usaha besar yang hadir dalam Business Meeting ini.

Agenda ini diakhiri dengan pengisian form komitmen mutual partnership, baik oleh peserta maupun calon partner dari para pelaku usaha besar.  

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment