ISU STRATEGIS DEKOPINDA KAB.BANYUMAS DI 2019

Pengantar 
Sejak tahun 2016, Dekopinda Banyumas menerbitkan isu-isu strategis yang terkemas dalam "Sambutan Tertulis Pimpinan Dekopinda Kab. Banyumas". Disamping untuk menyemangati gerakan koperasi, juga dimaksudkan untuk men-sosialisasikan pemikiran dan gagasan yang sekiranya bisa menjadi referensi atau inspirasi pengembangan strategi  di masing-masing koperasi di lingkungan Banyumas. Dalam tinjauan makro, hal ini juga sebagai tahapan awal dalam mengembangkan sinergitas antar koperasi yang berkelanjutan. 

Pidato Tahunan ini menjadi rujukan sambutan bagi setiap delegasi Dekopinda Banyumas yang ditugaskan menghadiri RAT tutup buku tahun 2018. Masing-masing koperasi juga diberikan salinan pindato tersebut sehingga bisa mempelajari dan menindaklanjuti.  


Materi Pidato tahunan   
adapun materi pidato tahuan pimpinan Dekopinda Banyumas untuk tutup buku tahun 2018 disajikan berikut ini : 


SAMBUTAN TERTULIS
PIMPINAN DEKOPINDA KABUPATEN BANYUMAS
PADA RAT TUTUP BUKU 2018
KOPERASI-KOPERASI ANGGOTA DEKOPINDA KAB. BANYUMAS


Kepada Yth.
1.        Segenap Pengurus & Pengawas Koperasi Primer di Lingkungan Kabupaten Banyumas
2.        Segenap Pengurus & Pengawas Koperasi Sekunder di Lingkungan Kabupaten Banyumas
3.        Seluruh gerakan koperasi di Lingkungan Kabupaten Banyumas yang  juga anggota Dekopinda Kab. Banyumas


Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Alhamdulillah, berkat Allah SWT dan semangat segenap insan koperasi yang berjuang tanpa henti, masyarakat kian merasakan makna berkoperasi di lingkar keseharian hidupnya.  Sebagian koperasi sudah menunjukkan tingkat established dan berhasil membahagiakan anggota secara bertahap & berkesinambungan; sebagian lagi sedang bejuang melakukan serangkaian  pembenahan untuk menciptakan keadaan yang lebih berpengharapan dan; ada pula sebagian yang sedang memulai.

Keterbangunan Iklim semacam ini layak kita syukuri, sebab semakin banyak  yang bergabung dalam koperasi semakin kuat pula ikatan persaudaraan diantara masyarakat. Secara makro, kemauan berkoperasi yang terus tumbuh berarti meningkatnya kontribusi warga koperasi dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

Selaku organisasi gerakan, Dekopinda Kab Banyumas terus berupaya menyuarakan dan menyemangati berkoperasi kepada segenap lapisan masyarakat dan juga ke seluruh gerakan koperasi tentunya. “Me-masyarakatkan koperasi & meng-koperasikan masyarakat” adalah spirit yang terus meng-energi. Komunikasi strategis juga dilakukan dengan eksekutif, legislatif dan kelompok-kelompok strategis dalam rangka menguatkan daya dukung dan iklim yang berpihak bagi tumbuhkembangnya kehidupan koperasi di wilayah Kabupaten Banyumas.  Serangkaian inovasi & kreasi dilakukan sebagai bentuk pembaruan dan pembaharuan cara, sehingga koperasi lebih mudah dicerna dan difahami masyarakat sehingga berkeinginan kuat melibat di dalamnya .
Mendorong kelompok generasi muda milenial untuk berkoperasi juga dilakukan. Mereka merupakan generasi full power yang kaya akan gagasan dan familiar dengan perkembangan zaman kekinian, khususnya dalam hal teknologi, komunikasi dan ragam aplikasi. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan gerakan perjuangan koperasi di berikutnya, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini.

Dalam juangnya, Dekopinda berharap koperasi lebih membumi sehingga terbangun pemahaman dan keyakinan kuat bahwa berkoperasi merupakan cara menolong diri sendiri dan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman.  Senada dengan itu, Dekopinda memandang perlu adanya kesamaan gerak dan langkah di lingkungan gerakan koperasi sehingga lebih mudah membangun sinergitas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota dan perluasan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, sosial dan budaya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Dekopinda perlu menyampaikan beberapa pemikiran dan saran sebagaimana dijelaskan berikut ini :
1.        Pendidikan anggota adalah kebutuhan. Sebagai kumpulan orang, penyamaan persepsi atas apa, mengapa dan bagaimana ber-koperasi adalah mutlak diperlukan dalam mengelola dan menumbuhkembangkan koperasi & juga anggotanya. Disamping menghindari pragmatisme sempit (contohnya : berkoperasi hanya karena ingin bisa hutang dan memperoleh SHU), hal ini dimaksudkan untuk membangun modal awal kaitanyya dengan penghimpunan energi, pemikiran dan penyatuan sumber daya  dalam membentuk karya-karya kreatif nan produktif. Lewat pendidikan, anggota akan  memahami segala aktivitas kolektif koperasi (misalnya; toko dan simpan pinjam) memiliki relevansi dengan kesejahteraan mereka dalam arti luas. Singkatnya, penyelenggaraan pendidikan perkoperasian merupakan kunci dan sekaligus bentuk investasi yang akan berbuah kesadaran untuk melibat dalam proses pengembangan partisipasi. Penyelenggaraan pendidikan tidak terbatas hanya metode classing, tetapi juga bisa melalui cara- cara kreatif sepanjang substansinya tersampaikan secara efektif. 
2.        Menolong diri sendiri. Ber-koperasi  sesungguhnya merupakan tindakan sadar menolong diri sendiri. Bekoperasi juga simbol keyakinan  bahwa akan diperoleh nilai tambah baru dibanding hanya bersandar pada kekuatan diri sendiri tanpa bersinergi dengan orang lain. Oleh karena itu, kesuksesan seorang  anggota dalam berkoperasi sangat tergantung pada kesadaran dirinya dalam mengembangkan partisipasinya. Hal ini menjadi penegas koperasi bukan lembaga investasi yang cukup meletakkan sejumlah uang dan kemudian tinggal nunggu hasil diakhir tahun, tetapi men-syaratkan adanya keterlibatan aktif dalam proses mencapai segala hal yang menjadi mimpi bersama. Sejalan dengan itu, agar “nilai tambah” tumbuhkembang, maka keterbangunan kesadaran anggota pun harus diikuti dengan profesionalisme pengelolaan.
3.        Profesionalisme pengelolaan. Pengelolaan profesional adalah syarat mutlak agar koperasi berkemampuan meng-optimalkan ragam potensi dan dinamika aspirasi yang berkembang di lingkungan anggota. Pengelolaan keberagaman memerlukan kreativitas sehingga terbentuk aktivitas-aktivitas akomodatif namun produktif. Untuk itu, peningkatan kapasitas dan atau menghadirkan para expertis (baca: ahli) di lingkar pengelolaan koperasi menjadi sangat penting demi percepatan tumbuhkembang.    
4.        Membangun “hubungan aktivitas” sebagai sumber lipatan kesadaran berpartisipasi. Membangun keterkaitan antara apa yang dikerjakan koperasi dan apa yang dikerjakan anggota menjadi penting agar terbangun intensitas interaksi yang saling menguatkan. Hal ini pun menjadi inspirasi awal keterbangunan iklim pemberdayaan yang saling mendukung dan sekaligus meluaskan hubungan  antara koperasi & anggotanya yang tidak terbatas transaksional semata, tetapi juga menyentuh pada komunikasi intens dalam merumuskan daya dukung koperasi terhadap aktivitas produktif yang diselenggaran anggota secara pribadi.
5.        Penegasan roh pengelolaan unit layanan yang ada. Ada 2 (dua) hal menahun yang sering berlangsung di lingkar anggota, yaitu : (i) meminta jasa pinjaman diturunkan dan juga berharap SHU tinggi, meminta harga toko murah dan juga berharap SHU tinggi. Hal senada juga terjadi pada unit-unit layanan lainnya. Kondisi semacam ini sesunggguhnya berawal dari ke-kurangfaham-an tentang cara kerja perusahaan koperasi. Oleh karena itu, baik atas unit-unit layanan yang sudah ada maupun yang akan ada, perlu mengajak anggota untuk duduk bersama merumuskan roh pengelolaan apakah profit oriented yang fokus pada perumbuhan SHU; benerfit oriented yang fokus para perluasan manfaat dan atau; campuran kombinasi dari keduanya. Sebagai satu saran, kala koperasi menyelenggarakan unit-unit layanan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan anggota (misalnya:  toko, simpan pinjam, saprodi) disarankan untuk benefit oriented sehingga anggota berpeluang memperoleh efisiensi (harga perolehan yang lebih murah). Sementara itu, kala koperasi menyelenggarakan unit layanan yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan anggota (misalnya : koperasi produksi), disarankan untuk profit oriented. Hal ini sangat penting dilakukan agar anggota memiliki persepsi sama dan ekspektasi rasional terhadap unit-unit layanan yang diselenggarakan koperasi    
6.        Perluasan Kerjasama. Perkembangan zaman telah membangun kesadaran untuk merubah kompetisi menjadi kolaborasi. Prinsip ini sebenarnya sudah menjadi semangat koperasi jauh sebelum pelaku usaha non-koperasi menyuarakan tentang sharing economy. Namun demikian, koperasi perlu belajar  mem-formulasikan kemitraan yang lebih visioner sehingga terbangun perkuatan, perluasan manfaat dan akselerasi tumbuhkembang. Kemitaraan juga sangat membantu bagi koperasi-koperasi kecil sehingga terbentuk penyatuan sumber daya sehingga meluaskan kemampuan dalam melayani kebutuhan anggotanya. Sejalan dengan itu, koperasi harus berupaya meluaskan kerjasama, baik antar koperasi maupun dengan pelaku usaha lainnya, baik dalam tujuan peningkatan efisiensi maupun dalam menicptakan nilai tambah baru, seperti join buying, join seling, join technologi, join market, join capital dan lain sebagainya.   
7.        Revolusi Industri 4.0. Era Revolusi Industri 4.0 bercirikan technology digital telah berdampak luas terhadap tata kelola usaha. Banyak hal mengalami desrupsi sehingga sebagian model pengelolaan menjadi tidak relevan untuk dipertahankan bila ingin tetap suvive dan tumbuhkembang. Sehubungan dengan hal tersebut, disarankan kepada gerakan koperasi di lingkungan Kab. Banyumas untuk mendalami tentang era Revolusi Industri 4.0 berikut dampak yang ditimbulkannya. Hal ini kemudian menjadi referensi dalam melakukan serangkaian adaptasi sehingga koperasi tetap eksis dan bahkan bisa menjadikannya sebagai peluang untuk semakin berkembang. 

Sebagai bagian dari sebuah bangsa, Dekopinda juga memandang perlu mengingatkan kepada segenap warga koperasi tentang  Tahun Politik Nasional di 2019. Sebagaimana kita ketahui bersama, pada tanggal 17 April 2018, secara nasional akan di gelar  pesta demokrasi dalam rangka pilihan presiden (pilpres) dan juga pemilihan legislatif (pileg) secara serentak diseluruh tanah air. Layaknya pesta demokrasi, nuansa politik akan terus mewarnai dinamika kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak terkecuali warga koperasi Kab. Banyumas. Sehubungan dengan hal tersebut, Dekopinda Kab. Banyumas secara kelembagaan menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1.        Dekopinda Banyumas berharap Pilpres berjalan aman, damai, tentram dan berhasil melahirkan pemimpin amanah dan berpihak pada perjuangan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
2.        Secara kelembagaan Dekopinda Banyumas memiliki sikap netral dan tidak memihak pada salah satu pasangan calon presiden.  
3.        menghimbau segenap anggota koperasi di seluruh Wilayah Banyumas untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April 2019 nanti, sebab hal ini berkaitan erat dengan perwajahan pembangunan  bangsa dan negara untuk 5 (lima) tahun mendatang. Untuk itu, jangan lupa berdo’a pada Allah SWT dan melibatkan nurani dalam melakukan pencoblosan nanti. . 
4.        Berbeda pilihan bisa saja terjadi diantara satu anggota koperasi dengan lainnya. Untuk itu, diharapkan semua pihak ikut menjaga iklim kondusif, memelihara persatuan dan kesatuan serta kerukunan masyarakat Banyumas.
5.        Semoga kader-kader koperasi yang pada pilihan legislatif kali ini mencalonkan diri menuai kesuksesan sehingga gerakan koperasi memiliki wakil-wakil yang akan secara konsisten menyuarakan perjuangan koperasi di lembaga legislatif dan juga di ekeskutif.

Sebagai penghujung, perlu kami sampaikan bahwa Kabupaten Banyumas akan menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) pada tanggal 12 Juli 2019. Hal ini merupakan kebanggaan warga koperasi Banyumas dan juga sebagai momentum bersejarah yang mungkin tidak akan terulang dalam kurun waktu 100 (seratus) tahun mendatang.  Sehubungan dengan hal tersebut, Dekopinda Kabupaten Banyumas dan pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas berharap ajang Harkopnas kali ini berimplikasi luas terhadap kehidupan koperasi dan juga geliat ekonomi Banyumas, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk itu, dihimbau kepada segenap gerakan dan warga koperasi Banyumas untuk bahu membahu mensukseskan pegalaran ini.  Kita harus pastikan Presiden dan para mentri yang hadir, duta besar dan delegasi dari 19 (sembilan belas) negara sahabat dan sekitar 6000 (enam ribu) insan gerakan koperasi dari seluruh Indonesia yang akan datang ke Kota Purwokerto memiliki kesan mendalam dan sulit  terlupakan. Kita pun harus membuat semua tamu merasa nyaman yang mencirikan keramahan dan kehangatan masyarakat Banyumas,  

Demikian sambutan tertulis ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Selamat melaksanakan dan mengikuti RAT Tutup Buku Tahun 2018, semoga menghasilkan keputusan dan ketetapan yang mendorong lompatan semangat segenap unsur organisasi  dalam mengoptimalkan partisipasi dan sekaligus mengembangkan koperasi.   Salam Juang Koperasi...!!!!

 Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment