DINAS KOPERASI & UKM JAWA TENGAH MEN-SINKRONKAN KURSIL DENGAN KEKINIAN ZAMAN


DINAS KOPERASI & UKM PROV JAWA TENGAH MEN-SINKRONKAN KURIKULUM SILABI KOPERASI & UKM DENGAN KEBUTUHAN & KEKINIAN ZAMAN


Dinas Koperasi & UKM Prov Jawa Tengah menggelar Agenda Penyusunan Kurikulm SIlabi di hotel Grand Edge, Semarang. Agenda akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, yaitu tanggal 28 -30 Oktober 2019.

Kepala Balatkop & UKM Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus, S.STP, M.Si , MSi,  dalam laporannya menyampaikan bahwa agenda ini sebagai bagian dari upaya  melakukan pembaharuan Kurikulum Silabi (Kursil) tahun-tahun  sebelumnya dengan melakukan penyesuaian dengan dinamika dan kebutuhan lapangan yang akan dikemas dalam semangat industry 4.0.  Selanjutnya, Kursil yang dihasilkan dari agenda ini akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan Balatkop Jawa Tengah di berikutnya.

Agenda ini diikuti oleh sekitar 30 (tiga puluh) peserta yang mewakili gerakan, praktisi, akademisi serta beberapa pengajar yang biasa memberikan pelatihan di Balatkop. Bertindak sebagai fasilitator dalam agenda ini, antara lain: Bapak Setiawan Pandu, Bapak Khoiruddin, Bapak Mulyo Budi Setiyawan, Bapak  Idris, Ibu Min dan Bapak Tri Susetyanto Secara teknis, guna mencapai efektivitas optimum,   Para peserta dan fasilitator dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu; (i) Kelompok Silabi Perkoperasian; (ii) Kelompok Kursil Majerial dan; (iii) Kelompok Silabi Vocasional

Kepala Dinas Koperasi & UKM Prov. Jawa Tengah, Dra Ema Rachmawati, M.Hum, dalam sambutan & arahannya menyampaikan bahwa pelatihan merupakan  gerbang dalam melakukan perubahan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang focus dalam pengembangan SDM. “Penyusunan kurikulum silabi ini menjadi concern saya selaku Kepala Dinas Koperasi & UKM Prov Jawa Tengah, sebab berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM dan output pelatihan. Untuk mencapaia keberhasilan diperlukan metode pembelajaran, guidancestandar dan  indicator penilaian. Untuk itu, kurikulum, silabi, metodologi, media pembelajaran dan sarpras harus betul-betuk menjadi  perhatian”, ungkap beliau.

Berkaitan dengan materi yang akan dilatihkan, beliau berpesan; (i) UMKM perlu juga diajarkan dan dilatihkan manajemen operasional, manajemen operasional, manajemen SDM, disamping manajemen pemasaran yang sudah sering dijarkan; (ii) Untuk koperasi, perlu adanya perbedaan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas dan pengelola. Pelatihan di koperasi harus mendorong keterbentukan kader handal sehingga menjamin keberlangsungan regenerasi di lingkungan koperasi, karena semua anggota memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik.

Sementara itu, dari sisi peserta pelatihan, beliau juga menekankan bahwa setiap peserta pelatihan harus memiliki mimpi sehingga memiliki motivasi tinggi terhadap setiap pelatihan yang diikuti. Di Penghujung, beliau menyampaikan harapannya agar  Balatkop bisa menjadi tempat pelatihan yang modern sehingga mampu mendorong koperasi dan UKM naik kelas.
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment