MENGGAGAS PENGUATAN SPIRIT & LOMPATAN GAIRAH JUANG DI PERHELATAN RAKERWIL DEKOPIN JATENG


MENGGAGAS PENGUATAN SPIRIT & LOMPATAN GAIRAH JUANG

DI PERHELATAN RAKERWIL DEKOPIN JATENG




Semarang, 06 November 2019.  Dekopinwil Jawa Tengah menggelar Rakerwil. Pegelaran raker ini di Kantor DEKOPINWIL Jawa Tengah  di Jalan Pamularsih Raya No.68, Semarang. Disamping dihadiri oleh segenap  Pengurus Dekopinwil Jawa Tengah juga, Dekopinda-Dekopinda di lingkungan Prov Jawa Tengah, Sekunder Tingkat Jawa Tengah, juga dihadiri oleh 2 (dua) Pengurus Dekopin Pusat, yaitu Bapak Dr. Agung Sudjatmoko dan Bapak Raliansen,SH. Sementara itu, dari pihak Pemprov Jawa Tengah, Bapak Gubernur mengutus Kepala Dinas Koperasi & UKM Prov Jawa Tengah, Ibu Ema Rachmawati.      



Bapak Warsono,M.Hum Ketua Dekopinwil Prov Jawa Tengah, dalam sambutanyya menyampaikan bahwa sebentar lagi gerakan koperasi akan menggelar Musyawarah Nasional di Makassar.  Oleh karena itu, rakerwil ini juga akan dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi dan semangat serta menyusun bahan yang akan disusun dan disuarakan pada Munas nanti. Mengingat rakerwil kali ini juga dihadiri oleh pengurus Dekopin, Mas Agung dan Bapak Raliansen,  diharapkan berkenan menyemangati dan memberi pencerahan kepada segenap peserta rakerwil. Beliau berpesan, gerakan koperasi ini tidak ternodai oleh hal-hal yang tidak baik dan tetap dalam semangat kekeluargaan serta sesuai dengan jati diri koperasi.  



Mewakili Dekopin Pusat, Mas Agung menyampaikan perlunya  percepatan gerakan koperasi dalam melakukan adaptasi secara cerdas . Perubahan mindset, infrastruktur dan teknologi dan modernisasi manajemen harus menjadi bagian dari adaptasi itu. Infrastruktur teknologi yang terdiri dari Hardware dan software bisa terintegrasi sehingga melahirkan efektivitas dan  fungsi percepatan dan efektivitas layanan dan perform perusahaan koperasi.   Bebebrapa pekerjaan rumah koperasi adalah cooperative culture, business culter, member culture  yang menempatkan koperasi sebagai pelengkap dan citra koperasi yang masih kurang baik dihadapan pengambil kebijakan dan masyarakat.



Mereferensi pada realitas dan juga persoalan yang memerlukan perbaikan, Pak Agung menyampaikan beberapa hal yang menjadi focus program ke depan, yaitu :

1.      Meningkatkan kualitas SDM sehingga koperasi bisa mencerna dan mensikapi kemajuan secara tepat.

2.      Memperkuat advokasi dan intermediasi pada kelompok strategis, wanita dan pemuda

3.    Fasilitasi pengembangan koperasi berbasis teknologi kaitannya dengan pembangunan korporatisasi usaha koperasi

4.      Meningkatkan interkoneksi dan networking di dalam dan di luar negeri.

5.      Modernisasi tata kelola usaha koperasi.

6.    Pengkajian dan pengembangan inovasi, kreativitas dan kolaborasi serta merumuskan pola pembiayaan yang bisa meng-akselerasi tumbuhkembang

7.    Mengembangkan cooperative trust fund. Hal ini juga menjadi bagian dari program organisasi induk koperasi dunia, ICA (International Cooperative Alliance)



Bapak Gubernur, melalui Kepala Dinas Koperasi & UKM Prov. Jawa Tengah, Ibu Ema Rachmawati menyampaikan bahwa Bapak Gubernur menyambut baik penyelenggarakan acara raker Dekopinwil ini. Bapak Gunernur juga berharap moment ini dimanfaatkan untuk menilik capaian dan sekaligus evaluasi. Juga dimanfaatkan untuk merumuskan masukan-masukan strategis yang akan dibawa dan disuarakan gerakan koperasi Jawa Tengah  pada Munas di Makasar nanti,11-14 Nopember 2019 nanti.



Disamping itu, Bu Ema juga menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan respon dengan baik, antara lain:

1.      adanya suara anak-anak muda dan milenial yang mempertanyakan kembali eksistensi Dekopin menjadi bahan auto kritik yang memerlukan merespon dengan bijak. Simpelnya, Dekopin harus bisa menampung semua kepentingan gerakan koperasi.

2.  Yang menjadi tantangan berat Dekopin adalah perlunya upaya meng-campaign nilai beda perusahaan koperasi dan non-koperasi dengan cara-cara kreatif sehingga tidak ketinggalan zaman  dan berasa kekinian.

3.      Beberapa fakta di lapangan menunjukkan bahw akebesaran koperasi sangat tergantung pada trust personal sehingga bila terjadi pergantian sering  berdampak pada kemunduran koperasi. Hal ini menggambarkan bahwa pendidikan dan kaderisasi koperasi belum berjalan efektif.  

4.   Hubungan keluarga di lingkar pengurus, pengawas dan pengelola juga menjadi persoalan yang rawan terhadap ketahanan dan kelanjutan perusahaan koperasi. Persoalan kelembagaan ini harus segera diselesaikan dengan smart. Pembangunan koperasi harus “berbasis teamwork” dan bukan “one man show”.

5.     Dekopin perlu melakukan gerakan cerdas melalui sosialisasi dan edukasi dengan pola kekinian sehingga menarik bagi anak muda/milenial.

6.      Dekopin perlu terus mendengar aspirasi dari gerakan, kaum milenial dan pihak-pihak lain yang concern dan memiliki perhatian tinggi terhadap gerakan koperasi, sehingga gerakan yang dilakukan me-refresentasikan aspirasi dan kebutuhan di lapangan.

7.   Kementrian koperasi hari ini tidak memiliki “Badan Diklat” sehingga hal ini layak diusulkan dan diperjuangkan Dekopin agar level kementrian koperasi dinaikkan.

8.   Digitalisasi di lingkungan koperasi perlu terus didorong agar perusahaan koperasi semakin modern dan meng-akselerasi tumbuhkembang.



Di Penghujung sambutannya, Ibu Ema meng-informasikan bahwa puncak HUT Koperasi Prov. Jawa Tengah tahun 2020 akan dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar. Dalam perhelatan itu akan di gelar Festival koperasi. Untuk mensukseskan agenda tersebut, Dekopinwil dan Dekopinda diharapkan memaksimalkan momen itu menampilkan dan sekaligus mempromosikan karya-karya koperasi yang keren dan modern.
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment