BANYUMAS MENGGAGAS AKSELERASI INVESTASI MELALUI TEMU USAHA LINTAS STAKEHOLDERS

BANYUMAS MENGGAGAS AKSELERASI INVESTASI  
MELALUI TEMU USAHA LINTAS STAKEHOLDERS

Hari ini, Rabu.09 Juli 2020, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar agenda Temu Usaha Lintas Stake Holders di RM Oemah Daun.   Dari OPD, disamping DPMPTSP juga dihadiri kepala  Bappedalitbang, PU, Dinakerkop & UKM, Dipenda, Dinperkim, Disperindag, Dinas Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup dan lain sebagainya, Sementara itu, dari barisan pelaku usaha hadir Kadin, Dekopinda, Apindo, MES,ICSB,Iwapi, PHRI  dan REI. Sementara itu, Sekda Kab. Banyumas, Kepala KPP Pratama Purwokerto dan Kepala OJK Purwokerto bertindak selaku narasumber.

Bapak Amrin Ma’ruf selaku Kepala DPMPTSP,  dalam sambuatn dan laporannya menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan antara DPM 17 Juni 2020 yang dihadiri oleh teman-teman assosiasi.1,072 Triliun menjadi target investasi Kab Banyumas Tahun 2020. Bapak Amril optimis target ini tercapai mengingat geliat investasi terus menunjukkan peningkatan. Sejalan dengan itu, belau berharap daya dukung segenap OPD di lingkungan Pemkab dan assosiasi pelaku usaha di lingkungan Kab. Banyumas. Acara ini diharapkan akan mampu lebih menggairahkan investasi di lingkungan Kab. Banyumas.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Ir.Achmad Husien mengawali sambutannya dengan mempromosikan Masker yang beliau kenakan yang merupakan pemenang lomba masker khas Banyumas yang memakai model tutup buka sehingga memudahkan aktivitas makan dan minum.  Selanjutnya, Bupati Banyumas berharap sisi ekonomi segera di normalkan dan kalua bisa lebich cepat, kecuali untuk usaha-usaha yang beresiko tingggi menjadi cluster baru Covid-19, seperti karaoke, panti pijet, kolam renang yang airnya tidak mengalir habis dan lain sebagainya. Sekolah untuk SD dan SMP juga ditundakan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan metode tatap muka. Bergerak-lah secepat-cepatnya tetapi tidak melupakan prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan. Disamping itu, beliau berpesan untuk men-simpelkan regulasi sehingga tidak membebani para pelaku usaha.  Untuk itu regulasi perlu disederhanakan, lebih cepat dan jemput bola sepanjang tidak menimbulkan persoalan social. Sejalan dengan itu, perlu dikembangkan ide-ide baru dan cerdas sehingga iklim berusaha kembali berjalan normal. Dipenghujung, Bupati Banyumas menghimbau: (i) pelaku usaha untuk bergerak dengan cepat dan; (ii) Pemkab harus bergerak cepat men-sederhanakan perizinan sehingga memudahkan berusaha.    

Dalam session presentasi, ketiga narasumber menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
1.   Bapak Wahyu Budi Saptono, Sekda Kab.Banyumas dalam presentasinya menyampaikan bahwa WHO  menetapkan Covid-19 pada tanggal 30 Januari 2020 sebagai bencana dunia. Sementara itu, Indonesia menetapkan tanggal 17 Maret sebagai  Pandemi Covid-19. Sejak saat itu, Banyumas menetapkan siaga darurat bencana non-alam dan dilanjutkan dengan status tanggap darurat bencanan non-alam.   Selanjutnya Bapak Wahyu medetailkan dampak Dampak Covid-19  yang dalam bidang ekonomi meliputi : (i) pertumbuhan ekonomi melambat; (ii) Pemutusan Hubungan Kerja/Perkerja dirumahkan. Sementara itu, indikator yang menggerakan pertumbuhan ekonomi : (i) konsumsi rumah tangga; ekspor; investasi dan belanja pemerintah. Ironisnya, investasi melambat, ekspor melambat dan tingkat konsumsi juga menurut. Hal ini tentu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu, perlu dilakukan upaya pemulihan daya beli dan daya produksi secara inklusif, cepat dab massif. Satu fakta yang mengkhawatirkan lagi adalah sejumlah sector yang dikhawatirkan tumbang justru yang memberikan kontribusi besar, baik dari pendapatan maupun multiplier effect, salah satunya adalah pariwisata.  Lumpuhnya pariwisata berdampak pada bisnis transportasi, hotel, umkm dan lain sebagainya. sementara itu beberapa langkah yang diambil adalah : (i) sekecil apapun hal2 yang bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi segera direalisasikan; (ii) stimulus yang diharapkan mampu membangkitkan geliat usaha di tengah Pandemi Covid-19; (iv) sinergitas antar stakeholders harus dibangun dalam semangat gotongroyong. Di penghujung, Bapak Wahyu menyemangati segenap peserta denga satu kalimat penutup “this too shall pass” yang bermakna bahwa ini (baca: pandemic Covid-19 juga akan berlalu)  
2.   Bapak Deddi mewakili KPP Pratama Purwokerto, dalam presentasinya  menyampaikan tentang Insentif Pajak untuk wajib pajak terdampak Pandemi Covid-19. PMK 44/PMK.03/2020 menjadi dasar hukum intentif pajak terdampak Covid-19 dan supporting kebijaka tersebut adalah PKM.28/PMK.03/2020. Untuk pelayanan restitusi PPN permohonannya dilayani secara online.
3.   Bapak Hary mewakili OJK Purwokerto mengangkat tentang kebijakan restrukturisasi kredit terdampak Cobid-19. Relaksasi diberikan sebagai stimulus kredit (POJK 11 dan POJK 14) sehingga menghindari resiko kemacetan. Penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, penundaan sebagian pembayaran, merupakan beberapa bentuk dari fasilitas yang diberikan kepada pelaku usaha.   Sampai Mei 2020, ada sekitar 45.000 Debitur yang memanfaatkan paket restrukturisasi ini. Dengan stimulus, diharapkan  Industri Jasa Keuangan dan juga sector riil sama-sama bisa bergerak.   


Dalam sesi diskusi, Mas Danan Setianto, Delegasi Dekopinda Kab. Banyumas menanyakan tentang keijakan pembatasan jam layanan berkaitan fase Pandemi Covid-19. Beliau juga megapresiasi insentif pajak yang tentunya berdampak pada beban koperasi dan perolehan SHU.  Pak Haris yang hadir mewakili PHRI menyoroti ada bebeberapa usaha yang ber-izin dan ada yang tidak sehingga berpotensi menimbulkan rasa iri satu sama lain. Oleh karena itu, Pak Haris berharap adanya kebijaksanaan
sehingga setiap pelaku usaha merasa terayomi. REI menyampaikan apresiasi terhadap semangat positif yang disampaikan oleh Bupati dan juga Sekda Banyumas. Pak Sahid yang hadir mewakili REI berharap hal ini menjadi semangat semua level birokrasi sehingga lebih memudahkan dalam berusaha. Bung Rundi yang mewakili REI juga meng-apresiasi penyelenggaraan agenda ini. Beliau menandaskan harapannya tentang kesamaan visi disemua level birokrasi. Beliau juga meng-apresiasi system validasi pajak yang cukup dilakukan dari tempat masing-masing sehingga sangat mempermudah. Tentang restrukrisasi yang disampaikan OJK, belum ada kesamaan persepsi di lingkungan Bank Teknis pada realitas lapangan.      

Menanggapi beberapa pertanyaan, Bapak Sekda menyampaikan bahwa seluruh kebijakan berkaitan dengan Covid-19 selalu melalui rapat koordinasi, termasuk pembatasan jam malam. Pembatasan jam malam diperlukan untuk menghindari kerumunan di malam hari dimana virus Covid-19 sangat berpotensi berkembang pada suhu rendah. Pemberlakuan ini sampai denga nada keputusan baru hasil rapat koordinasi dengan Forkompinda. Sementara itu, tentang beberapa pelaku usaha masih ada yang belum memiliki izin, Bapak Wahyu menjelskan bahwa saat ini sudah diberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan sejalan dengan pemberlakuan OSS dan berdirinya Mall Perizinan. Kemudahan-kemudahan ini diharapkan memotivasi pelaku usaha untuk melengkapi perizinannnya. Sementara itu tentang kemudahan dan kecepatan investasi, saat ini sedang di godog penyederhanaan pengurusan perizinan di DPMPTSP. Sekda juga menyambut baik usulan pemberian apresiasi dan insentif kepada pelaku usaha yang memiliki score yang bagus.
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment