BAPAK TETEN MASDUKI MEMANTIK MODERNISASI KOPERASI DI WEBINAR HARI KOPERASI NASIONAL KE-73

BAPAK TETEN MASDUKI MEMANTIK MODERNISASI KOPERASI
DI WEBINAR HARI KOPERASI NASIONAL KE-73

Dalam rangka Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2020, IKA (Ikatan Keluarga Alumni) UNDIP menggelar Webinar dengan mengambil Topic; “Seminar New Platform Koperasi - UMKM Integrasi sistem sharing ekonomi digital utk kesejahtraan sosial”. Webinar ini juga bekerjasama dengan Infinite 88 TV - TV  Desa. Webinar ini digelar mulai Jam 13.00 Wib.  Bapak Teten Masduki, Menteri Koperasi & UKM RI,  bertindak sebagai Keynote Speech. Sementara itu, dibarisan narasumber ada Bapak Subijakto Tjakrawerdaja yang juga Mentri Koperasi & UKM RI di era 90-an.


Bapak Menteri Koperasi, Bung Teten Masduki,  mengajak untuk tidak larut dengan dampak covid-19, tetapi mengajak untuk memaknai kondisi hari ini sebagai momentum  menunjukkan ketangguhan koperasi melalui penguatan rasa persaudaraan dan semangat kegotongroyongan. Fakta menunjukkan bahwa koperasi menjadi tempat terbaik bagi ekonomi anggota dan juga ekonomi nasional. Kemenkop melalui LPDB juga akan melakukan penguatan kelembagaan koperasi, khususnya simpan pinjam. Ketahanan pangan kita lemah karena petani dan nelayan mengelola kecil-kecilan dan hanya cukup menghidupi kebutuhan keluarga. Untuk itu, kita perlu memiliki koperasi pangan yang kuat dan handal. Penting mengingatkan bahwa digitalisasi koperasi. Hal ini tidak saja memudahkan akses pasar, tetapi juga membangun busness proses yang lebih efisien dan mempermudah pelayanan kepada anggota. “Selamat merayakan dan memaknai hari koperasi, mari kita kuatkan koperasi sehingga berkemampuan mengentaskan kemiskinan  dan penguatan ekonomi rakyat”, ungkap beliau dipenghujung pidatornya selaku keynote speech pada webinar kali ini. Menanggapi pertanyaan ada koperasi simpan pinjam mengalami gagal bayar dalam mengembalikan simpanan anggotanya, Pak Menkop menegaskan bahwa kompetensi pengawas perlu ditingkatkan. Sampai saat ini, koperasi juga belum memiliki LPS di koperasi sehingga mengurangi gairah masyarakat untuk menyimpan di koperasi karena merasa kurang aman. Sejalan dengan itu, disamping sedang melakukan penguatan pengawasan, kami juga sudah mengambil kebijakan moratorium dalam hal perizinan koperasi simpan pinjam. Artinya, Kemenkop saat ini sedang berupaya meningkatkan kualitas KSP dan USP yang ada saat ini.

Mas Danan, Ketua KUD Rukun Tani dan juga salah satu pengurus Dekopinda Kab. Banyumas, yang menanyakan tentang arah kebijakan pengembangan KUD dan juga realitas anggota koperasi yang banyak meminta relaksasi pinjaman karena terinspirasi dari kebijakan perbankan yang diinstruksikan oleh Presiden Jokoi. Beliau juga menyaksikan dampak covid-19 yang mulai menggerus unit simpan pinjam sampai di angka 20%.  Merespon pertantaan ini, Pak Teten menyatakan bahwa pola pengembangan KUD yang dulu berbasis kebijakan dan subsidi pemerintah tidak mungkin lagi dilakukani. Saat ini, KUD didorong untuk membangun skala ekonomi/bisnisnya dengan meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan yang kuat. Beliau juga menyarankan koperasi-koperasi untuk  melakukan merger sehingga terbangun  lompatan kapasitas, menciptakan efisiensi dan peningkatan daya saing.  Koperasi juga harus mengembangkan modal penyertaan sehingga ter-akselerasi dan lebih berpeluang untuk tumbuhkembang serta  bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Untuk mendukung hal tersebut, koperasi harus meningkatkan kompetensi dan menguatkan standar pengawasan sehingga trust dan reputasi-nya menjadi lebih baik dan meningkatkan animo dan apresiasi masyarakat kepada koperasi.

Khusus tentang generasi milenial, Pak Mentri Koperasi juga berpesan koperasi harus masuk dikalangan anak-anak muda milenial. Langkah ini menjadi urgent mengingat statistic generasi  milenial cukup dominan dan beberapa tahun mendatang akan menjadi penentu warna koperasi. Oleh karena itu, perlu dibentuk visi baru sehingga koperasi lebih menarik bagi generasi milenial. Generasi Milenial yang sebagian tergabung dalam kopma jangan lagi hanya menyelenggarakan  fotokopi, jaket dan kaos, tetapi perlu menyentuh ekonomi kreatif seperti music, game, animasi, pertunjukan dan lain sebagainya. Saat ini Kopi & pariwisata juga banyak digandrungi oleh anak-anak muda, sehingga koperasi sebaiknya masuk ke ranah milenial yang dikemas dalam format yang lebih menarik.  


lanjut di tulisan berikutnya : klik disini
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment