MENG-CAMPAIGN KESETIAKAWANAN & KEGOTONG ROYONGAN DI RAT ANGKASAWAN RRI

MENG-CAMPAIGN KESETIAKAWANAN & KEGOTONG ROYONGAN 
DI RAT ANGKASAWAN RRI

Hari ini, Kamis 23 Juli 2020, KPRI Angksawan-RRI Purwokerto menggelar RAT Tutup Buku Tahun 2019. Rapat digelar di Aula RRI Purwokerto dengan standar protocol Covid-19, seperti pengukuran suhu tubuh dan wajib memakai masker serta menerapka physical distancing. Disamping dihadiri oleh segenap unsur organisasnya (Baca: pengurus-pengawas-dan anggota), pembukaan RAT ini juga dihadiri oleh Bapak Victorianus mewakli kepala LPP RRI Purwokerto; Bapak Alfian mewakili Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kab. Banyumas; Bapak Sumadyo mewakli PKP-RI Kab. Banyumas dan; Bapaj M.Arsad Dalimunte mewakili Dekopinda Kab,. Banyumas.

“RAT merupakan momentum yang selalu ditunggu anggota karena media untuk menilik dan sekaligus meng-evaluasi pencapaian serta dilanjutkan perumusan program kerja mendatang. Saya juga merasa bahagia  berkesempatan menjadi bagian dari koperasi, sebab koperasi merefresentasikan kebersaman yang kuat di lingkungan RRI Purwokerto”, ungkap Bapak Victorianus dalam sambutan dan arahannya. Beliau juga menghimbau segenap anggota untuk disiplin dan berkomitmen dalam mengembangkan kebersamaan produktif dan kegotongroyongan.

Disamping menyampaikan apresiasi atas keterselenggaran RAT walau dalam nuansa Covid-19, Bapak Sumadyo juga menghimbau daya dukung segenap unsur organisasi KPRI Angkasawan atas program investasi Rp 5000/orang/anggota yang sedang dicanangkan oleh PKP-RI Kab. Banyumas selaku sekunder KPRI-KPRI.

Ketua Dekopinda Banyumas, Bapak Arsad Dalimunte menyampaikan ucapan terima kasih
dan apresiasi tinggi terhadap RRI yang senantiasa aktif meng-campaign dan meng-edukasikan koperasi kepada seluruh masyarakat. Hal ini tentu sangat strategis bagi peningkatan persepsi, apresiasi dan animo masyarakat terhadao koperasi. Beliau juga menandaskan koperasi sebagai kumpulan orang yang mencerdaskan sehingga diharapkan menghadirkan nilai tambah bagi seseorang sebelum dan sesudah berkoperasi. Kesetiakawanan dan kegotongroyongan perlu terus ditumbuhkan sehingga makna koperasi akan semakin meluas bagi kehidupan ekonomi, social dan budaya dari segenap anggotanya. Hal ini perlu terus di gemakan sebab berkoperasi sesungguhnya adalah manifestasi dari ekonomi Pancasila yang merefresentasi spirit kebangsaan yang mencintai kebersamaan dan kegotongroyongan.

Bapak  Alfian, kasie Pengawasan Dinakerkopukm Kab. Banyumas menyampaikan bahwa salah satu tantangan dati koperasi berbasis pegawai negeri adalah pada jumlah keanggotaannya yang terbatas dan bahkan terkadang menurun karena ada yang pension dan atau pindah tugas karena rotasi. Untuk itu,  perlu kreativitas dan inovasi sehingga nilai-nilai kemanfaatan koperasi dan kesejahteraan anggota semakin meningkat.
Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment