GELARAN SOSISALISASI SUBSIDI BUNGA/MARGIN

GELARAN SOSISALISASI SUBSIDI BUNGA/MARGIN

 


Hari ini, Kamis 27 Agustus 2020, Pemkab Banyumas, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Purwokerto menggelar sosialisasi Program Subsidi Bunga/Margin  dan akses permodalam UMKM.  Agenda ini diinisiasi Bagian Perekonomian Pemkab Banyumas dan di fasilitasi oleh OJK Purwokerto. Agenda ini dihadiri oleh Koperasi, UMKM, Himbara, Aspekmas, Dekopinda ; Dinakerkopumkm dan  OPD terkait di lingkungan Pemkab Kab. Banyumas

 

Bapak Wahyu, Kabag Perekonomian Pemkab Banyumas, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program TPAKD yang ditujukan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di Kab. Banyumas. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Covid-19 tidak saja berdampak pada sector kesehatan, tetapi juga   telah mengkoreksi laju dinamika ekonomi berikut dampak yang ditimbulkannya.   

 

Bupati  Banyumas melalu Assekbang, Bapak Sriyono,SH,MSi, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasinya atas   penyelenggarakan agenda ini mengigat demikian banyak koperasi & umkm ikut terdampak Covid-19. Bahkan secara makro ekonomi mengalami minus di angka 5,3%. Dengan adanya program subsidi bunga/margin diharapkan geliat usaha bangkit kembali dan menstabilkan perekonomian.  Bapak Sriyomo mengawali pengantarnya dengan Bahasa jawa Banyumasan. Hal ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Banyumas dimana setiap ada acara di lingkungan Pemkan di setiap hari kamis selalu menggunakan Bahasa Banyumasan, Namun demikian, pada inti sambutan beliau menggunakan Bahasa Indonesia mengingat  audience yang variatif

 

Bapak Soemarlan, Ketua OJK Purwokerto, menyampaikan kebijakan restrukturisasi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kebijakan ini disambut baik oleh para pelaku usaha . Hal ini terlihat dari  data di lingkungan Jawa Tengah per Agustus dimana  1.212, 746 pelaku usaha  mengajukan restrukturisasi  dengan nilai outstanding sebesar Rp 69,9 T. Atas permohonan tersebut, setelah melakukan proses verifikasi,  1.139.490 debitur pemohonan  direalisasikan dengan nilai sampai di angka  57,2 T.  Tercatat  35,8%  prosen yang realisasi berasal dari pelaku UMKM. Dipenghujung beliau berharap kebijakan restrukturisasi ini efektif mendorong geliat dan laju perekenomian.

 

Bapak Sulaimansah, Kepala Kanwil DBJB (direktorat Jenderal


Perbendahaaran) Jawa Tengah, menyampaikan tentang program subsidi bunga/margin. Kebijakan subsidi bunga/margin ini dimaksudkan untuk membantu UMKM dalam menghadapi dampak Covid-19. Selanjutnya beliau menyajikan data hasil survey world bank, dimana 88% usaha mikro sudah tidak memiliki kas dan tabungan dan  60% pelaku UMKM mengurangi tengaa kerja. Memang tidak semua umkm terdampak Covid-19, seperti sembako, umkm yang memanfaatkan platfoam umkm dan ekspedisi, masih bisa eksis dan bertumbuh.  Bapak Sulaimansah  juga menegaskan bahwa hari ini perekonomian kita sedang diambang resesi, sehingga memerlukan tindakan smart sehingga ekonomi tidak minus lebih dalam. Sebab, bila hal itu terjadi, maka akan terjebak pada resesi. Sejalan dengan itu, beliau mengajak untuk saling bahu membahu dalam menolong pelaku usaha yang terdampak covid-19.

 

695.20T disiapkan pemerintah  untuk pemulihan ekonomi nasional yang dibagikan kedalam  demand side dan supply side.  dari sisi Demand side dimaksudkan untuk menumbukan demand masyarakat yang diwujudkan dalam BLT (Bantuan Langsung Tunai); Gaji PNS ke-13;  Pemberian bantuan tenaga kerja swasta yang gajinya dibawah 5 juta dan lain sebagainya.  Bantuan pegawai Non-PNS juga sedang disiapkan. Sementara itu Suply Side dimaksudkan untuk mendorong recovery ekonomi di sisi pelaku ekonomi. 402 T disiapkan untuk supply side yang diwujudkan dalam insentif usaha, subsidi bunga/margin, penambahan modal koperasi melalui LPDB, bantuan korporasi, bantuan usaha mikro dan bantuan tunai di desa dan lain sebagainya.  

 

Sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),  Pemerintah

menyelenggarakan berbagai program dan salah satunya adalah subsidi bunga.  Subsidi bunga merupakan bagian dari konsumsi pemerintah yang diharapkan mendorong tumbuhnya konsumsi masyarakat. Pemerintah sudah menyiapkan senilai Rp 30 triliun, namun baru terserap 2,16T. Untuk itu diperlukan akselerasi agar pemulihan ekonomi berlangsung lebih cepat. Triwulan III ini menjadi kunci agar perekeonomian Indonesia tidak terjebak pada resesi ekonomi. Dipenghujung, koperasi dan UMKM juga diharapkan untuk bisa go-digital sehingga lebih eksis dan tumbuhkembang.

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 comments:

  1. anda punya masalah
    Asmara/cinta
    Uang gaib
    Santet & pelet
    Togel
    Penglaris usaha
    Saingan
    Mandul & penyakit
    Keuangan
    KONSULTASI SEKARANG JUGA ��
    �� Ustadz Abdul Nandar
    ��Whtasapp : 0853-3733-4757

    ReplyDelete