KEMENKOP & UKM RI MENGGENJOT KAPASITAS KUMKM DI KOTA MENDOAN PURWOKERTO

Hari ini,Sabtu 15 Agustus 2020, Kemenkop & UKM Republik Indonesia menggelar berbagai pelatihanbagi KUMKM di Purwokerto, Kab. Banyumas, Prov. Jawa Tengah.  Disamping perwakilan peserta pelatihan, hadir dalam acara pembukaan ini berturut-turut : Bapak Arif Rahman Deputi Bidang Pengembangan SDM; Bapak Agus Santo Staff Khusus  Kemenkop dan UKM RI; Drs. H. Sadewo Tri Lastiono Wakil Bupati Banyumas; Bapak Nasrun Siagian Asisten Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop RI; Bapak Joko Wiyono Kadinakerkopumkm Kab Banyumas dan Bapak Muhammad Arsad Dalimunte sebagai Ketua Dekopinda Kab. Banyumas.  Acara pembukaan dimulai dengan penampilan ciamik tarian tradisional yang diperagakan oleh Sanggar Budi Lestari Santoso dna dilanjutkan dengan Lagu Indonesia Raya.

 

Dalam laporannya selaku panitia penyelenggara, Bapak Nasrun Siagian, Asdep Pengembangan Kewirausahaan Kemenkop menyampaikan bahwa ada 5 (lima) kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Meotel Purwokerto selama 3 (tiga) hari, yaitu; (i)  pelatihan perkoperasian bagi koperasi wanita: (ii) Pelatihan Kewirausahan Sektor Pertanian/Perkebunan dan Perikanan/Peternakan; (iii) Pelatihan Kewirausahaan Perhutanan Sosial; (iv) Pelatihan Peningkatan Strategi Bisnis Wirausaha dan; (v) Pelatihan Kewirausahaan Bidang Fashion.  

Ragam pelaihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat, kualitas dan kapasita SDM KUMKM di lingkungan Kab. Banyumas. Para Pelaku KUMKM di motivasi dan diberikan wawasan bagaimana bisa tetap eksis dan bahkan bertumbuh  di masa Pandemi dan new normal covid-19. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas output dan outcome pelatihan ini, semua peserta pelatihan lebih dahulu dikurasi.  

 

Wakil Bupati Banyumas, Bapak Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa kita harus menguatkan perkenomian masyarakat KUMKM. “Mereferensi pada Tri Sakti yang diajarkan Bung Karno, kita harus  berdaulat dalam politik; berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan”, ungkap beliau menyemangati segenap hadirin yang hadir. “sudah selayaknya kita  mengembangkan koperasi sebagai lembaga ekonomi kerena didalamnya terdapat usaha yang dimiliki dan bersama dengan  semangat kekeluargaan, kegotongroyongan dan kebersamaan. Koperasi juga harus bertransformasi dari  semangat mengelola paguyuban menjadi semangat mengelola badan hukum yang profesioanal", tambah Pak Sadewo. Wabup Banyumas itu juga tidak  lupa mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati dan selalu taat protocol Covid-19 mengingat hari ini begitu banyak OTG ( orang tanpa gejala)

 

Bapak Agus Santoso, Staffsus Kemenkop & UMM RI menegaskan tentang komitmen tinggi pemerintah (cq, Kemenkop & UKM RI) dalam mendorong laju tumbuk KUMKM. Beliau menyatakan bahwa Kemenkop  & UKM RI memiliki 2 (dua) BLU, yaitu; (i)  Smesco yang fokus pada pemasaran produk KUMKM dan; (ii)  LPDB yang fokus men-support permodalan KUMKM. Beliau juga menandaskan bahwa gelaran pelatihan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan sekaligus memperluas jaringan kerja (baca: nerworking). Untuk bisa terus tumbuhkembang, KUMKM harus  berkolaborasi saling dukung mendukung.

KUMKM  harus membangun ekosistem sehingga menjadi kuat dan maju bersama

 

 

Sementara itu, Bapak Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang Pengembangan SDM berharap pelatihan ini akan meningkatkan kualitas Pelaku KUKM. “ Kita harus kreatif agar tetep bisa survive dan bahkan bertumbuh di masa Pandemi Covid-19 ini. Fakta menunjukkan bahwa para pelaku KUMKM bertumbuh karena melakukan serangkaian inovasi dan smart dalam menangkap peluang.  Menurut beliau,   fleksibilitas UMKM  merupakan  satu keunggulan yang bisa dimanfatkan dalam menangkap dan mensikapi berbagai peluang. Beliau juga menginformasikan  bahwa Rp 300
Triliun belanja pemerintah sebagai  peluang yang harus ditangkap  pelaku UMKM.  Dipenghujung, beliau mengimbau segenap peserta pelatihan untuk selalu dinamis dan beradaptasi berdasarkan  ilmu yang cukup.Kalau sebagian pelaku UMKM sedang mengalami  penurunan permintaan karena dampak Covid-19, bisa memanfaatkan wkatu senggang untuk belajar dan merancang inovasi baru. :UMKM yang bisa survive pada dasarnya adalah yang mampu memaksimalkan teknologi informasi dan giat mengakses market dan pendanaan”, pungkasnya dan kemudian membuka acara pelatihan secara resmi.  

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment