KETIKA “STUDI KOMPARASI” DI KUD PAKIS MALANG BERLANGSUNG

KETIKA “STUDI KOMPARASI” DI KUD PAKIS MALANG BERLANGSUN



Malang, 19 Nop 2020. Kehangatan tuan rumah menyambut kehadiran rombongan Dinakerkopukm dan gerakan koperasi Kab. Banyumas. Sesudah terlebih dahulu melaksanakan protocol covid-19,  Rombongan Kab. Banyumas pun kemudian memasuki ruang aula  satu persatu dan langsung dipersilahkan oleh barisan pengurus dan karyawan/ti koperasi yang berbaris rapi lengkap dengan senyuman dan sikap yang ramah.


KUD PAKIS, demikian nama koperasi yang menjadi tujuan “studi komparasi” rombongan gerakan Koperasi Banyumas dan Dinakerkop Kab. Banyumas.  Koperasi yang beralamat di Jalan raya Asrikaton No.38, Kec. Pakis, Kabupaten Malang, Prov. Jawa Timur in berdiri tanggal 17 Maret 1978. Deretan prestasi layak menjadikan KUD Pakis ini menjadi  destinasi belajar koperasi. Jura II lomba KUD Kab. Malang tahun 1977; tahun 1980 ditetapkan sebagai KUD Model; tahun 1982 Juara I Lomba KUD Kab/Kodya Malang; tahun 1990 juara III tingkat Prov Jawa Timur; Tahun 2003 sebagai KUD terbaik I untuk  tingat Kab. Malang, Tingkat Prov dan Juga Tingkat Nasional; Tahun 2007 sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional; tahun 2009 mensapat penghargaan koperasi award dari Kementrian Koperasi & UKM; tahun 2019 menjadi koperasi berpestasi tingkat Kab. Malang dan juga juara II tingkat Prov jawa Timur, merupakan deretan prestasi yang sukses diraih oleh koperasi papan atas ini. 


KUD PAKIS ini beranggotakan 1.272 Orang yang tersebar di 15 Desa di Kab.Malang.   Dengan 42 Karyawan, koperasi ini menjalankan beragam unit usaha, antara lain Bidang Kemitraan dan kredit program Tebu Rakyat, Perdagangan & jasa umum (perdagangan barang. Jasa angkutan, foto copy dan PPOB), unit Spare Part; Waserda dan simpan pinjam. Khusus untuk  Kemitraan dan Kredit Program bermitra  dengan 30 anggota aktif, bekerjasama dengan pabrik gula kebon agung dan luas areal pertanian tebu kurang lebih 645 hektar.


 “Mandiri Yes; Solidaritas Wajib; Partisipasi oke; Koperasi Jaya; Anggota dan Masyarakat sejahtera menjadi yel-yel pembuka sambutan Bapak Danang, mewakili Dinas koperasi dan usaha Mikro Kab. Malang.  Sekilas, beliau meng-informasikan tentang keragaan Koperasi di Kab. Malang dengan 33 Kecamatan berjumlah 1324 koperasi dengan specifikasi ; (i) 656 (enam ratus lima puluh enam) papan atas; (ii) 630 (enam ratus tiga puluh) papan tengah dan(iii) 36 (tiga puluh enam) papan bawah. 916 diantaranya sudah mendapatkan NIK (Nomor Induk Koperasi). Alhamdulillah, 576 dari jumlah koperasi itu sudah melaksanakan RAT Tutup Buku 2019 walau sedang berlangsung Pandemi Covid-19.    Pembinaan koperasi dilingkungan Kab. Malang mengacu pada 5 (lima) hal, yaitu; (i) Jati DIri; (ii) kesesuaian dengan perangkat organisasi; (iii) kepengurusan; (iv) kepengawasan dan; (v) didukung dengan permodalan.

Koperasi..kompak, semangat, makmur”…demikian yel-yel penyemangat dan sekaligus pembuka sambutan Bapak Suwardi,SH,MH, Sekretaris Kepala Dinakerkopukm Kab. Banyumas“. Hari ini kami selaku Dinakerkopukm Kab. Banyumas membawa cucu-cucu Wiryaatm

aja”, demikian gurau beliau sekaligus mengingatkan bahwa Purwokerto merupakan cikal bakal kelahiran koperasi di Indonesia. Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa kehadiran rombongan gerakan koperasi KUD dan Koperasi Pertanian dengan maksud untuk belajar pada praktek sukses yang sudah dilakukan oleh KUD Pakis. Kami berharap mendapat ilmu dan pengalaman yang meng-inspirasi lompatan semangat dan kemajuan KUD-KUD dan Koperasi Pertanian di lingkungan Kab. Banyumas.     

 

Alhamdulillah, sampai saat ini ada 33 (tiga puluh tiga) KUD yang masih eksis di lingkungan Kab. Malang dan salah satunya adalah KUD Pakis. Kami berterimakasih atas kehadiran rombongan Kab. Banyumas. Sesungguhnya, kami merasa tidak memiliki apa-apa, namun berharap kunjungan gerakan koperasi dari Kab.Banyumas mendapatkan sesuatu yang menyemangati ”, ungkap Bapak Sugiyanto Ketua I KUD Pakis dengan nada merendah. 



Tentang Anggota KUD Pakis

Selanjutnya dalam presentasinyam Beliau menjeaskan tentang proses regenerasi koperasi yang menggunakan system pemilihan langsung. Dengan demikian, pengurus benar-benar mewakili kepercayaan anggota. Sementara itu, dari sisi anggota, KUD ini juga memiliki dinamika yang unik. Berawal dari adanya kebijakan yang mengharuskan 25% jumlah penduduk jadi anggota, keanggotaan KUD Pakis pernah mengalami kerancuan dimana orang yang bukan ber-status anggota menggerakkan massa dan memaksa regenerasi kepengurusan atas nama reformasi. Berdasarkan pengalaman itu, tahun 2010, KUD Pakis melaksanakan revitalisasi keanggotaan. Revitalisasi ini tidak serta merta bisa diselesaikan dalam wkatu dekat, tetapi memerlukan waktu dan proses. 2012, upaya revitalisasi ini menunjukkan hasil menggembirakan. Pada tahun 2014, Pengurus mulai mengedukasi anggota dengan meng-campaign perlunya penguatan permodalan koperasi melalui keaktivan anggota membayar SW (simp.Wajib). Pada tahun 2016, KUD Pakis membuat  klasifikasi keanggotaan dengan 3 (tiga) kategori, yaitu; (i) anggota aktif; (ii) anggota kurang aktif dan; (iii) anggota tidak aktif berdasarkan ketertiban membayar SW dan berpartisipasi pada usaha yang di jalankan koperasi. Pada RAT Tutup Buku tahun 2019, KUD Pakis bersepakat untuk menaikkan simpan wajib. Anggota pun semakin bersemangat karena tahun 2019 sudah bisa memperoleh SHU (Sisa Hasil Usaha) yang pendistribusiannya berdasarkan partisipasi anggota. Anggota aktif tidak dapat SHU; anggota kurang aktif memeproleh jasa simpanan dan; (iii)  anggota aktif mendapat jasa simpanan dan juga jasa usaha.  Alhamdulillah, dampak dari langkah ini adalah meningkatknya kesadaran anggota untuk membayar simpanan wajib dan juga bertransaksi. Bapak Sugiyanto menandaskan bahwa “merevitalisasi anggota memerlukan kesabaran dan ketelatenan”   


Tentang Permodalan KUD Pakis

Era Reformasi telah merubah banyak kebijakan dan ditandai dengan dicabutnya beberapa fasilitas yang sebelumnya menjadi pertahanan utama KUD. Kondisi ini menuntut adanya pensikapan cerdas, khususnya dalam permodalan. Dalam hal ini, disamping memobilisasi modal internal yang bersumber dari simpanan anggota, KUD Pakis juga menjalin kerjasama dengan bank dan juga LPDB. Bermitra dengan lembaga keuangan menjadi strategi untuk menopang jalan dan lajutumbuh usaha-usaha koperasi. Sambil saat ini, KUD Pakis mengelola sekitar Rp 27 M dengan komposisi modal sendiri sejumlah Rp 6 Milyar.   


Tentang Falsapah Kepengurusan KUD Pakis.

mari Kita menghidupi koperasi tetapi jangan cari hidup di koperasi” menjadi falsapah pengurus dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya menggawangi perjuangan KUD. Hal ini menandaskan integritas segenap pengurus yang mengabdi secara penuh dan ikhlas mengabdi bagi kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggotanya.   

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment