MENAKAR RESPON SANG “PEMBURU ILMU” DI KUD PAKIS

MENAKAR RESPON SANG “PEMBURU ILMU” DI KUD PAKIS

Oleh-oleh dari studi komparasi


Malang, 19 Nop 2020. Antusiasme rombongan Banyumas terlihat jelas dari banyaknya peserta yang ingin bertanya langsung dengan para pejuang KUD Pakis. Untuk meng-efektifkan diskusi, Bapak Suntoro,SE yang menjadi moderator menghimbau untuk tidak mengulang pertanyaan yang sudah ditanyakan temen lainnya. 


Beberapa respon dan pertanyaan yang mengedepan pada session diskusi disajikan berikut ini :  

  1. 1. Mas Danan Setyanto, Ketua KUD Rukun Tani Kec. Cilongok,  Sangat apresiate dengan capaian KUD Pakis. Meyakini prestasi ini buah kejujuran dan kinerja total dari pengurus dan segenap manajemen. Mas Danan tertarik saat KUD Pakis tegas mengklasifikasi anggota kedalam 3 (tiga) golongan, yaitu; (i) anggota aktif; (ii) anggota kurang aktif dan; (iii) anggota tidak aktif. Demikian juga dalam hal permodalan dimana KUD Pakis berani menaikkan simpanan wajib anggota. Dipenghujung, Mas Danan Setyanto menyampaikan 3 (tiga) pertanyaan, yaitu: (i) Apakah pengklasifikasian anggota dibuatkan persus (peraturan)?; (ii) Pendapatan besar diusaha apa dan berapa omzet swalayan per hari?; (iii) Memohon penjelasan tentang Kelompok organisasi 25 orang dan kelompok ekonomi 21 orang yang tersaji dalam lembar profile KUD Pakis.
  2. 2. Bapak Tohadi, Ketua KUD Somagede, menyampaikan kepenasaran dan keingintahuannya tentang regulasi masa bhakti pengurus dan juga karyawan. Apalagi persoalan kekaryawanan harus tunduk dengan UU Ketenagakerjaan. Bapak Tohadi juga ingin tahu tentang pola penanganan setiap kali muncul persoalan/permalahan di koperasi. Dipenghujung, beliau bertanya apakah KUD Pakis juga memberikan penghargaan kepada pengurus yang sudah menyelesaikan periodesasi kepengurusan.  
  3. 3. Bapak H. Ahmad Sudarto ketua KUD Tani Maju, menyampaikan ketertarikan dan apresiasinya terhadap KUD Pakis  setelah membaca dan mempelajari dokumen profile KUD Pakis. Beliau meng-konfirmasi apakah simpanan sukarela yang tercantum dalam dokumen profile merupakan overbooking dari SHU bagian anggota yang tidak dibagi ataukah anggota secara sengaja menabung di koperasi.  
  4. 4. Bapak Sugeng Handoyo, Ketua KUD  Endah, mengapresiasi capaian KUD Pakis mengingat  realitas mayoritas KUD di tanah air sedang stag dan bahkan banyak yang matisuri.Beliau mencoba mengkonfirmasi tentang strategi efektif KUD Pakis dalam mengelola angotanya.Beliau juga menanyakan apakah konsumen waserda dan simpan pinjam adalah anggota?. Adakah perbedaan perlakuan antara konsumen berstatus anggota dan konsumen umum. Adakah kendala dalam proses pencapaian rencana kerja ataukah selalu berjalan    
  5. 5. Bapak Sukirno, KUD Sejahtera Karangkemiri. Kami merupakan koperasi baru dan sangat bersyukur berkesempatan ikut belajar di KUD Pakis. Bapak Sukirno bertanya tentang kiat-kiat khusus  dalam menyemangati anggota dan pengurus serta karyawan?. Beliau juga menanyakan tentang format kesejahteraan karyawan yang diterapkan oleh KUD Pakis.   
  6. 6. Bapak Sutarso Adi, Ketua KUD Mekar Tani Pekuncen.  Beliau berharap ada penjelasan tentang capaian KUD Pakis sampai Oktober 2020.
  7. 7. Bapak Paryo Prayogi, Ketua KUD Wangon. Kami  merupakan pengurus baru di KUD dan mohon penjelsan tentang bagaimana mengatasi pinjaman-pinjaman bermasalah. 
  8. 8. Koperasi Produsen Jaya Makmur Indonesia.  saya apresiate dengan filosopi KUD Pakis yang mengedepankan pengabdian. Mungkin ini PR besar ketika harus dimasifkan di kalangan anak muda kamu milenial. Beliau juga meng-konfirmasi tentang pola adaptasi KUD Pakis dengan IT yang biasa disebut dengan era Industry 4.0.      
  9. 9. Bu Ambar, Koperasi BRK. Beliau meng-konfirmasi ragam layanan kepada anggota khususnya di sector perdagangan


Atas beberapa pertanyaan tersebut, Bapak Sugiyanto selaku Ketua I KUD Pakis memberikan penjelasan sebagaimana berikut ini :

  1. 1. Untuk pertanian tebu, koperasi bermitra dengan anggota menerapkan system bagi hasil.  Swalayan omzetnya 35-45 juta sebelum pandemic. Fase Pandemi mengalami penurunan dan saat ini sudah  mulai membaik dikisaran angka Rp 20 juta per hari. Perdagangan umum juga memiliki kontribusi yang signifikan, kecuali unit layanan listrik yang mengalami penurunan dikarenakan adanya kebijakan PLN peng-gratisan rekening listrik  dengan kapasitas 450 watt. Dalam meningkatkan pelayanan anggota, KUD Pakis memiliki “kelompok organisasi” yang bertindak sebagai perwakilan koperasi untuk menghimpun masukan dan juga meng-collect pembayaran simpanan anggota. KUD Pakis juga memiliki “kelompok ekonomi  yang merupakan perwakilan koperasi dengan focus mengurusi anggota yang petani tebu.  
  2. 2. Setiap pengurus yang habis masa bhaktinya diberikan uang kehormatan dengan nilai 1 (satu) kali insentif. Sementara itu untuk karyawan, KUD Pakis membatasi karyawan di usia 55 tahun. Setiap karyawan yang memasuki masa pensiun diberikan uang pesangon yang jumlahnya mereferensi pada UU Ketenagakerjaan. Sebagai bentuk persiapan dan juga antisipasi, KUD Pakis secara rutin melakukan penyisihan cadangan sehingga KUD tidak kelabakan saat harus member pesangon sewaktu-waktu.
  3. 3. Simpanan Manasuka dilakukan anggota yang loyal dan percaya ke KUD. Jadi, anggota yang minded ke KUD bisanya menabung secara rutin di koperasi.
  4. 4. Sebelum 2018, KUD Pakis sempat menghentikan penerimaan anggota karena sedang focus meng-instensifkan anggota yang sudah ada. Namun, kran anggota ini mulai dibuka kembali pada tahun 2019 dengan simpanan pokok Rp 1.000.000,oo. Simpanan Wajib bagi anggota baru juga berbeda antara anggota lama dan anggota baru.   
  5. 5. Sebagai bentuk pengamanan asset koperasi, KUD Pakis men-sertifikasi semua asset atas nama KUD Pakis. Setiap pinjaman yang diakses menggunakan avails, yaitu segenap pengurus. Hal ini diterapkan saat KUD Pakis mengajukan pinjaman ke LPDB 3 (tiga) kali. Untuk Pinjaman LPDB, KUD Pakis mendapat relaksasi sehingga tidak mencicil pinjaman selama 6 (enam) bulan.  
  6. 6. Dalam merekrut anggota secara sukarela memang tidak mudah dan memerlukan upaya berkelanjutan. Untuk itu, KUD Pakis mengoptimalkan peran dan fungsi kelompok organisasi.  
  7. 7. Soliditas dan komitmen tinggi segenap unsur organisasi menjadi kunci dalam menjalankan organisasi dan usaha. 
  8. 8. Untuk meng-eleminir terjadinya persoalan di unit simpan pinjaman, KUD Pakis menerapkan kredit tanpa agunan dengan plafon maksimal total simpanannya anggota bersangkutan di koperasi. Dengan demikian, koperasi terhindar dari resiko kemacetan.   
  9. 9. Pengurus KUD Pakis meyakini bahwa filosopi pengabdian pada anak muda milenial masih mmeungkinkan untuk di edukasi dan dimasifkan.Handarbeni dan ketauladanan penting untuk mewujud dalam keseharian organisasi dan perusahaan.   
  10. 10. KUD Pakis juga sedang proses adaptasi dengan teknologi dengan focus peningkatan layanan kepada anggota. Karakter anggota menjadi pertimbangan dalam men-design teknologi.   
  11. 11. KUD Pakis terus mengembangkan layanan kepada anggota, mulai dari pelayanan kebutuhan dan juga penyuluhan.


Situasi asik diskusi membuat waktu tak terasa begitu cepat dan sudah menunjukkan jam 12.00 Wib.  Bapak Suntoro,SE selaku moderator pun  terpaksa mencukupkan  session Tanya jawab  walau banyak peserta yang masih ingin mengajukan pertanyaan. Atas situasi tersebut, Bapak Suntoro mempersilahkan para peserta untuk melanjutkan komunikasi melalui telepon atau WA dengan pengurus KUD Pakis. Bapak Suntoro menutup session diskusi bahwa begitu banyak hal yang bisa dipelajari dari jejak juang KUD Pakis. Testimoni dan jejak prestasi KUD Pakis akan menjadi inspirasi bagi segenap KUD dan Koperasi Pertanian di Lingkungan Kab. Banyumas untuk meng-akselerasi tumbuhkembang koperasi yang mensejahterakan anggotanya. 


info : berita terkait klik disini dan klik disini

Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment