BANYUMAS MENGGGAGAS INVESTASI YANG FUTURISTIK

BANYUMAS MENGGGAGAS INVESTASI YANG FUTURISTIK


Hari ini, Kamis 19 Agustus 2021, DPMPTSP Kab. Banyumas menggelar dialog investasi dengan mengambil thema “ Invest in Bountiful Banyumas”. Beberapa narasumber dihadirkan dalam acara ini, yaitu : (i) Direktur fasilitasi Promosi Daerah Kementrian Investasi/BKPM; (ii) Kepala Kantor Perwakilan BI KPw Purwokerto; (iii) Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM Singapura; (iv) Kepala DPMPTSP Jawa Tengah. Agenda ini digelar secara online melalui aplikasi zoom.

“Acara ini bagian dari upaya Banyumas untuk mempromosikan banyumas sebagai daerah yang ramah investasi. Kami ingin investasi terus tumbuh dan mengalami peningkatan dari tahun  ke tahun sehingga memberi lebih besar peluang peningkatan dinamika ekonomi. Lewat dialog investasi ini, kami ingin menyerap aspirasi dan gagasan yang sekiranya lebih meng-akselerasi investasi, baik secara jumlah maupun jumlah”, ungkap Pak Amril, Kepala BPMPTSP Kab Banyumas dalam sambutannya dipembukaan acara.     

Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Banyumas, Ir Achmad Husien menngingatkan petang perlunya  Investasi terus ditumbuhkan agar masyarakat bisa meningkat penghasilannya. Untuk itu, kita harus bekerja dengan cara tidak biasa. Kita harus mencari berbagai terobosan yang melahirkan nilai tambah yang berlipat.Untuk itu, kita perlu memiliki faktor pengungkit sehingga peluang tumbuh investas terbuka. “ketersediaan lahan” merupakan salah satu faktor pengungkit. Bapak Ir Achamd Hussien berpendapat bahwa Pemerintah harus membeli tanah seluas mungkin dan kemudian disewakan kepada investor dengan tarif sewa yang wajar. Sepertinya, pendapat ini sebagai solusi atas keluhan para investor yang selalu kesulitan dalam menyelesaiakn urusan lahan, khususnya dalam harga perolehan yang wajar. Pengungkit lainnya adalah kejelian melihat peluang ekspor. Ekspor merupakan satu jalan strategis mendongkrak kinerja ekonomi. Faktor ungkit yang ketiga adalah futuristik atau visioner. Kita perlu melihat perkembangan ke depan yang sekiranya mempengaruhi investasi di mendatang. Bupati mencontohkan bagaimana teknologi telah mempengaruhi pergeseran bahan bakar mobil Pergeseran ini tentu akan mempengaruhi lanscape bisnis dimendatang. Ir Achmad Husien juga mengingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan alam. Keseimbangan alam juga perlu menjadi perhatian sehingga air, oxygen dan alam yang indah tetap terjaga. “akan menjadi percuma bila investasi berlimpah ruah tetapi kita sampai kekurangan oxygen”. 


“Terbitnya UU Cipta Kerja dilatarbelakangi keinginan untuk menciptakan kemudahan berusaha.  Beliau menegaskan bahwa apa yang disampaikan Bapak Bupati bahwa “Lahan dan  perizinan” memang selalu menjadi masalah yang muncul ketika membincang investasi. Sejalan dengan itu, UU Cipta Kerja memastikan kemudahan berusaha sehingga mampu mendorong laju investasi dan kemudian meningatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan”, demikian inti materi yang disampaikan oleh Direktur fasilitasi Promosi Daerah Kementrian Investasi/BKPM, Bapak Juz Siahaan (demikian sapaan akrabnya).    


Bapak Samsun Hadi, Pimpinan BI KPw Purwokerto menginformasikan tentang keberpihakan dan daya dukung bagi tumbuhkembang ekonomi. Pelaku UMKM terus dimotivasi untuk tumbuhkembang walau sedang menghadapi Pandemi Covid-19.  Berbagai stimulant dilakukan baik secara umum maupun per kluster seperti cluster batik dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan Business matching sebagai mediasi pelaku usaha dengan perbankan, khususnya dalam hal daya dukung permodalan usaha. Mendorong “bangga membeli produk tetangga sendiri” juga dilakukan sebagai upaya peningkatan omzet dan  kemampuan bertahan. Cluster wisata juga dimantik untuk tumbuhkembang. Platfom wisata perlu terus didorong sehingga masyarakat akan lebih mudah meng-akases informasi wisata di Banyumas.  Spirit kemandirian juga di dorong di lingkungan Pesantren. Bahkan BI juga sedang mendorong keterbangunan ekosistem pesantren melalui rintisan kerjasama antar pesantren.   Mendorong digitalisasi terus dilakukan secara intensif. Hal ini juga mendorong tranparansi sehingga memudahkan pengelolaan data. Transparansi ini diyakini akan mendatangkan kebaikan bagi banyak pihak, tidak terkecuali pemerintah dan pelaku usaha. Ini perlu terus di dorong sebab menjadi faktor penting perkembangan ekonomi dimasa depan. BI juga bersepakat dengan arahan Bupati Banyumas, khususnya tentang menjaga keseimbangan alam. Isu Climate Change tengah menjadi isu hangat di dunia international akhir-akhir ini sehingga konservasi alam pun sangat perlu diperhatikan mengingat sumber kehidupan (air, udara dan kelestarian alam).


Share on Google Plus

About Dekopinda Banyumas

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment